TNI Teliti Usia Persenjataan 20 tahun Lebih
Senin, 11 Februari 2008 | 14:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Markas Besar TNI mengaku sedang melakukan penelitian terhadap usia alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berusia 20 tahun ke atas. "Patokan usia persenjataan yang sudah tua, menurut kami, di atas 20 tahun," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/2).
Menurut dia, sejarah pengadaan persenjataan bagi TNI terjadi beberapa kali. Pengadaan pertama dengan jumlah yang signifikan, kata sagom, terjadi pada 1960-an, disusul pada 1980-an, 1990-an, sampai sekarang. "Sekarang ini pada tahap meneliti persenjataan pada era 1980-an," paparnya.
Namun dia mengingatkan, meski sudah tua, tidak berarti alat persenjataan itu tidak bisa dipakai. "Ada beberapa persenjataan, seperti pesawat Angkatan Udara yang sudah berusia lebih dari 20 tahun juga, masih layak terbang,"
ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Staf Agkatan Udara Marsekal Madya Subandrio. Bagi angkatannya, patokan layak atau tidaknya persenjataan itu dipakai tidak tergantung usia. "Contohnya, hercules. Dari 23 yang kami punya, tujuh buatan tahun 1960-an, masih bisa dipakai," ujarnya, usai upacara serang terima jabatan Kepala Dinas Penerangan Penerangan Angkatan Udara, di kantornya, Cilangkap, Jakarta Timur.
Menurut dia, Angkatan Udara akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi semua peralatan yang mereka miliki. Tim ini, kata dia, akan dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda I Gusti Made Oka. "Yang
dievaluasi, jika pesawat sudah tidak ekonomis ekonomis lagi dan hanya membuang uang untuk pemeliharaan, ya akan diberhentikan operasinya," paparnya.
Contoh lain, kata Subandrio, pesawat tempur F-5. Meski sudah tua, karena pabrik dan suku cadangnya masih ada dan banyak negara yang masih memakai pesawat itu, maka pihaknya akan tetap memakai pesawat itu. "Namun, kami
belum menentukan soal kategroi dan standar evaluasi yang lebih detil," ujarnya. "Kami usahakan, evaluasi ini selesai sebelum Juni nanti." Raden Rachmadi





