Kalla Bisa Gantikan Yudhoyono Hadiri Interpelasi Besok

Senin, 11 Februari 2008 | 15:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo meminta Presiden Yudhoyono datang dalam rapat paripurna untuk menjawab pertanyaan DPR soal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada Selasa (12/2).

Menurut dia Presiden merupakan orang yang tepat untuk memberi penjelasan ke parlemen karena BLBI merupakan kebijakan politik. "Sebaiknya Presiden sendiri yang datang," katanya di gedung MPR/DPR, Senin (11/2).

Sebelumnya DPR telah mengirimkan pertanyaan ke pemerintah terkait penyelesaian kasus BLBI. Akibat kebijakan BLBI, setiap tahun APBN harus menanggung beban utang para obligor.

Tjahjo menyatakan Presiden dapat diwakili oleh pihak yang paham soal ekonomi. "Kalau tidak hadir, ya Wakil Presiden. Karena ia paham bidang ekonomi," ujarnya.

Tujuan ternating interpelasi itu, katanya, adalah menyamakan persepsi antara pemerintah dan DPR dalam penyelesaian kasus BLBI. Namun, ia melanjutkan, partai politik tidak boleh ikut campur dalam penyelesaian kasus itu. Alasannya pemerintahlah yang berwenang menyelesaikan terutama terkait proses hukum kasus itu. DPR hanya mengawasi kinerja pemerintah dalam penyelesaian kasus itu. "Partai politik jangan ikut campur, nanti kasus itu bisa jadi sapi perahan," ujarnya.

Dia meminta pemerintah menyiapkan skema hukum penyelesaian kasus itu. Selain itu pemerintah harus menyiapkan strategi untuk mempercepat proses penyelesaian kasus BLBI. "Political will dan keseriusan pemerintah sangat kami harapkan," katanya.

Setelah pemerintah memberi penjelasan dalam paripurna, katanya, anggota DPR bisa berdialog dengan pemerintah. Langkah lainnya adalah fraksi-fraksi memberi tanggapan resmi atas jawaban pemerintah. Setelah itu DPR akan menyimpulkan untuk menerima atau menolak jawaban pemerintah. "Kesimpulan lain adalah pembentukan tim khusus," ujarnya. KURNIASIH BUDI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: