Komisi Pertahanan DPR Minta TNI Tambah Pasukan di Perbatasan Timor Leste

Senin, 11 Februari 2008 | 15:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Komisi Pertahanan DPR Theo L Sambuaga mengatakan perlu ada penambahan pasukan TNI di perbatasan Indonesia - Timor Leste terkait insiden penembakan terhadap Presiden Timur Leste Jose Ramos Horta pagi tadi. "Perlu penambahan keamanan di perbatasan," katanya di Gedung DPR, Senin (11/02).

Penambahan pasukan keamanan di perbatasan, ia menambahkan, perlu dilakukan karena penembakan tersebut dapat memicu konflik yang berujung pada eksodus warga Timor Leste ke wilayah Indonesia. "Perbatasan harus dijaga," katanya.

Namun ia meminta perbatasan Indonesia - Timor Leste tidak ditutup. Warga Timor Leste yang mungkin akan mengungsi ke wilayah Indonesia, kata dia, sebaiknya jangan ditolak. "Eksodus perlu ditampung dengan alasan kemanusiaan," katanya.

Ia juga mendesak pasukan keamanan PBB yang berada di Timor Leste berperan aktif menjaga keamanan disana. Pasukan keamanan PBB, kata dia, "Harus bisa menjamin Timor Leste tetap berdaulat."

Presiden Timur Leste Jose Ramos Horta ditembak di rumahnya oleh pasukan pemberontak dibawah pimpinan Alfredo Reinado pagi tadi. Pasukan pemberontak yang terdiri dari dua truk memberondong rumah Horta. Sempat terjadi baku tembak dengan petugas keamanan. Horta tertembak dibagian perut. Peraih nobel perdamaian 1996 ini lalu dilarikan ke markas militer Australia. Dwi Riyanto Agustiar






Komentar Anda

Kirim