Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta Pembatasan BBM Tidak Buru-Buru
Senin, 18 Pebruari 2008 | 21:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta sistem distribusi tertutup untuk premium, minyak tanah dan solar tidak terburu-buru. Pemerintah masih harus melakukan survey kebutuhan untuk dapat menentukan kuota pembatasan yang tepat.

"Tidak serta merta kita lakukan secara simultan, tapi kita lakukan bertahap dengan uji coba. Mei atau Juni belum dipastikan persis," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Senin (18/2).

Menurutnya, Presiden telah menginstruksikan dalam penerapan sistem distribusi tertutup ini dilakukan uji coba, pilot project, evaluasi dengan benar, dan sosialisasi.

Namun, Presiden meminta agar konversi minyak tanah ke LPG dilakukan secepatnya. Percepatan adalah salah satu cara untuk mengurangi subsidi BBM dan juga masyarakat menggunakan energi bersih dan berhemat.

"Caranya dengan melakukan registrasi kembali untuk pengawasan agen-agen pangkalan minyak tanah di Indonesia," katanya.

Presiden juga meminta BPH Migas dan Pertamina juga diminta melakukan persiapan dengan matang. Terutama menentukan targeted subsidi yang jelas. "Agar subsidi jatuh ke pihak yang membutuhkan," katanya.

Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono mengatakan pembatasan BBM akan dilakukan paling lambat tahun ini "Mudah-mudahan tahun ini lah," katanya.

Pemerintah, kata dia, masih harus melakukan survey kebutuhan minyak tanah, premium dan solar untuk dapat menentukan pembatasan atau kuota.

"Misalnya, untuk minyak tanah, sebuah rumah tangga butuhnya 15 liter per bulan. Ya, itu saja yang akan diberikan," katanya.

Dengan model kartu kendali minyak tanah pemerintah dapat menghemat Rp 1,3 triliun dari subsidi yang dikeluarkan. Sedangkan melalui mekanisme smart card per tahun bisa dihemat sekitar Rp 10 triliun.

Presiden juga meminta empat pilar, yaitu Pertamina, BPH Migas, pemerintah daerah dan Polri, berkoordinasi dalam pelaksanaan sistem distribusi tertutup ini. Ninin Damayanti

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Penggarong Kayu Layak Dipancung | 07 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Di Luar Kontrol Pemerintah | 07 Maret 2005
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Menanti di Ambang Tak Terjangkau | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Konversi BBM ke Gas Dinilai Lebih Efektif
Desember, BBM Nonsubsidi Naik
Minyak Tanah Langka Lagi
Penjualan BBM di Jalur Pantura Naik 15 Persen
Angkatan Laut Tangkap Penyelundupan Solar
Kejaksaan Akan Kembalikan Berkas Solar Oplosan
Premium Langka di Jambi
Gas dan Minyak Tanah di Jatim Cukup Untuk Lebaran, Natal dan Tahun Baru
Harga BBM Industri Tetap
Pertamina Akan Tindak Tegas SPBU Nakal
> selengkapnya...

Referensi

Siapa Boleh Membeli
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk117713 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jenazah Sophan Sophiaan Tiba Di Rumah Duka
Jenazah Sophan Tiba Di Bandara Soekarno Hatta
DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data