Warga Suku Dayak Pernah Masuk Askar Wataniah
Selasa, 19 Februari 2008 | 19:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Proses rekrutmen Askar Wataniah Malaysia khusus warga perbatasan Kalimantan, diduga telah terjadi sejak 1962. Saat itu pengawasan di perbatasan kedua negara masih longgar. Warga Suku Dayak yang tinggal di perbatasan mempunyai akses untuk melewati perbatasan antara kedua negara.
"Saat itu ratusan warga saya menjadi tentara di Malaysia. Mereka bertugas menjaga perbatasan," Ketua Adat Dayak Tenggalan, Pangeran Sekampung, Selasa (19/2).
Tetua adat yang rambutnya sudah memutih ini mengatakan banyaknya kemudahan diberikan negara tetangga ini pada warga perbatasan beretnis Dayak. Warga Dayak banyak memperoleh pekerjaan di negara Malaysia. "Kami masih serumpun dengan warga Malaysia yang bersuku Murud," tutur Sekampung.
Untuk mencapai perbatasan Malaysia membutuhkan jarak tempuh 4 jam dari Kecamatan Sembakung, Nunukan Kalimantan Timur. Warga yang menjadi Askar mempergunakan transportasi kapal motor menuju perbatasan.
Waktu itu, kata Sekampung, p " Cukup besar waktu itu dibandingkan gaji tentara Indonesia," ujarnya.
Namun Malaysia sekarang memberlakukan ketentuan ketat dalam rekrutmen Askar Wataniah, yakni hanya warga Malaysia yang diperbolehkan mendaftar untuk menjadi anggota Askar Wataniah.
SG Wibisono





