Gempa Simeulue Sudah Diprediksi Lama
Rabu, 20 Februari 2008 | 21:44 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Ahli gempa LIPI Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, gempa yang terjadi saat ini, tepat di bawah Pulau Simeulue pada kedalaman 34,3 kilometer, sudah lama diprediksi bakal terjadi.
“Sebetulnya kita sudah perkirakan potensi ini, masih rangkaian dari gempa Aceh-Nias,” katanya ketika dihubungi Tempo, Selasa (20/2).
Dia menjelaskan, setelah gempa Aceh tahun 2004 lalu, dari pengukuran GPS yang dipasangnya (kerjasama LIPI- California Institute of Technologi atau CALTECH), terlihat bagian utara Pulau Simeulue terangkat setinggi 1,5 meter.
Gempa Nias pada 2005 juga menyebabkan sisi selatan pulau itu terangkat juga hampir 1,5 meter. Namun, jelasnya, di bagian tengah pulau itu ternyata pengangkatannya hanya sekitar 0,5 meter.
Akibat kedua gempa itu, paparnya, membuat Pulau Simeulue membentuk seperti pelana kuda. Danny mengisitilahkannya sebagai “Simeulue Sadle”. Dari bentuk pulau yang seperti itu, dia memperkirakan suatu saat bagian tengah pulau yang “tertekan” itu juga akan ikut melenting. “Kita perkirakan (dulu) potensi gempanya sekitar 7,5 skala Magnitudo,” katanya.
Peringatan potensi itu, paparnya, sudah sering diutarakan dalam berbagai forum dalam presentasinya. Dan itu, paparnya, yang menjadi sumber gempa yang terjadi Selasa (20/2) pukul 15.08.31 WIB, dengan kekuatan 7,5 Magnitudo. Danny mengatakan, pusat gempa itu persis di tengah-tengah pulau itu. “Di bawah pulau persis, dengan episentrum sekitar 30 kilometer kedalamannya,” katanya. (Ahmad Fikri)




Komentar Anda [1] :