Yayasan Kanker Keluhkan Tayangan Pengobatan Alternatif
Minggu, 24 Februari 2008 | 18:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengeluhkan tayangan media massa menyangkut pengobatan alternatif penyakit kanker. Ketua Pendidikan dan Penyuluhan YKI Sumarjati Arjoso mengatakan tayangan tersebut mempengaruhi sikap masyarakat dalam pengobatan medis.
"Masyarakat jadi suku pergi ke alternatif," ujarnya kepada Tempo usai seminar dua hari 'Cancer Update 2008' dalam rangka Hari Kanker Sedunia/Indonesia World Cancer Day di Hotel Borobudur, Ahad (24/2).
Padahal, kata Sumarjati, tayangan-tayangan tersebut memberikan informasi yang keliru tantang kanker. "Masak ada yang mengatakan mengobati kanker lebih mudah daripada tumor," ujarnya. Selain itu, ada tayangan yang bisa memberikan pengobatan dari jauh. "Diagnosis kanker itu tidak mudah," ujarnya.
Menurut Sumarjati masyarakat juga kerap kali enggan melakukan pengobatan medis karena harganya mahal, kemoterapi yang mempunyai efek samping. Namun setelah melakukan pengobatan alternatif gagal, pasien kembali ke dokter dengan kanker stadium tiga dan empat. "Dengan pengobatan yang lebih mahal," ujarnya.
Menurut Sumarjati sudah banyak yang menjadi korban dari tayangan tersebut. "Ada tayangan yang bisa memindahkan penyakit ke kambing atau tanpa pisau, ini kan membodohi masyarakat," ujarnya. Sumarjati berharap media massa terutama televisi agar mencerdaskan masyarakat.
Iqbal Muhtarom





