close

Tenaga Honorer Minta Diangkat Jadi Calon PNS

Senin, 25 Februari 2008 | 12:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia mendesak pemerintah agar tenaga honorer segera diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Selama ini tenaga honorer di bawah kewenangan pemerintah daerah nasibnya tidak menentu," kata Ketua Umum Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia Tahpirin saat memimpin unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR, Senin.

Unjuk rasa ini diikuti oleh sekitar 300 orang guru tidak tetap, pegawai tidak tetap dan tenaga kesehatan tidak tetap yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia. Mereka adalah perwakilan dari Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat.

Menurut Tahpirin, hal itu disebabkan adanya peraturan pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS kemudian direvisi dengan PP Nomor 43 Tahun 2007. Akibatnya, kewenangan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS itu berada pada pemerintahan daerah yang sebelumnya dari departemen terkait.

Pemerintah daerah dalam pengangkatan CPNS melakukan pengelompokan data yaitu tenaga honorer yang dibiayai oleh APBN, APBD, dan tenaga honorer yang dibiayai oleh sumber-sumber lain. "Pemerintah daerah dengan APBD yang terbatas tidak melaksanakan tugasnya dengan baik," katanya.

Dia berharap agar pemerintah pusat segera turun tangan untuk mengangkat tenaga honorer yang berusia kurang dari 51 tahun menjadi CPNS. "Kami ingin perlakuan yang sama seperti pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS," katanya. EKO ARI WIBOWO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [17] :

  • Selalu okee...!!

    Kami tenaga honorer tata usaha di MADINA selama 4 tahun mengabdi, sementara kawan2 yang masih 3 tahun bekerja sudah ada yang di angkat menjadi CPNS, bagaimanakah nasib kami ini....??, tank"s....

  • Mari berjuang

    kami juga Warga Negara Indonesia bukan WNA tolong diperhatikan nasib kami sebagai orang kecil, kehidupan kami berharap pada pemerintah yang adil, tapi kalau seperti ini gmn Indonesia bisa mapan kalau perekrutan CPNS aja dari anak konglomerat yang udah banyak duit.
    +an belum ada pengalaman cara kerja di lingkungan instansi

  • Mari kita berjuang pantang mundur

    Ayo kita bersatu untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah yang menganaktirikan nasib kita,yang bekerja dari pagi sebagai honorer (mengabdi kepada negara)tapi tidak dihargai padahal kita hanya minta selembar kertas saja dibikin susah...........

  • Pemerintah anak tirikan honorer tata usaha sekolah

    salah satu pendukung majunya pendidikan adalah kesejahteraan para pelaku pendidikan, seperti guru (tenaga pendidik) dan staff tata usaha (tenaga kependidikan). sedangkan kenyataan sekarang pemerintah hanya memperhatikan nasib guru, sedangkan staff tata usaha di anak tirikan.
    guru dan tata usaha tidak dapat dipisahkan, guru tanpa TU tidak akan jalan, begitu juga sebaliknya.
    itulah sistem...!!!
    tolong pemerintah harus adil, para guru dimanja dengan sejuta fasilitas, kenaikan gaji hampir tiap tahun, sedangkan tata usaha ,,,,jangan ditanya, standar UMR aja ga masuk. ijasah S1 <400.000.
    daripada menaikkan gaji para anggota dewan yang kerjanya kurang becus, lebih baik dananya buat mengangkat honorer tata usaha sekolah, yang benar2 berjuang demi kemajuan pendidikan indonesia. hidup honorer Tata Usaha Sekolah.

  • Terbitkan pp gtt non apbn/apbd

    nasib GTT belum beranjak. tolong perhatikan dan apresiasi keinginan kami untuk di angkat secara otomatis bagi mereka yang sudah mengabdi lama dengan terbitnya PP GTT non APBN/APBD.ketika kita demo ke pemerintah hanya janji aja yang diberikan. buktikan wahai para penguaa jagad indonesia .....kalau gaaaaa ???

1 2 3 4
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan