Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Akan Beli F-16 dari Amerika
Senin, 25 Pebruari 2008 | 21:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia akan membeli enam unit pesawat tempur F-16 lengkap dengan senjatanya seharga US$30 juta per unit dari Amerika Serikat. Rencana ini atas tawaran Amerika Serikat yang ingin menyediakan F-16 untuk meningkatkan kemampuan Tentara Nasional Indonesia. ”Insya Allah, mulai tahun depan dalam jangka lima tahun,” kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono seusai konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates di kantor Kepresidenan, Senin (25/2).

Juwono mengatakan enam unit F-16 itu adalah pesawat produksi tahun 1990-an yang disebut pesawat generasi keempat. ”Kalau yang baru sekali terlalu mahal,” ujarnya. Amerika Serikat, kata Juwono, menawarkan pesawat F-16 karena melihat TNI perlu meningkatkan kemampuannya dapat mencapai kesetaraan teknologi pertahanan dengan negara tetangga. ”Kalau kita lebih stabil, tentu Indonesia sebagai pasar akan lebih banyak menguntungkan untuk bisnis Amerika,” ujar Juwono saat ditanya motif di balik penawaran Amerika.

Kendati begitu, Juwono mengatakan belum mengetahui mekanisme yang akan dipakai dalam pembelian pesawat tersebut. Pemerintah, kata Juwono, sedang mengusahakan melalui Foreign Military Sales atau Foreign Military Financing. Selain itu, kata dia, pembelian pesawat itu pun harus mendapat persetujuan Departemen Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Selain pembelian enam pesawat, Amerika Serikat juga menawarkan perbaikan (refurbish) untuk empat pesawat F-16 produksi tahun 1970-an yang dimiliki Indonesia. Amerika juga akan membantu Indonesia memasang radar di tujuh titik di Indonesia, termasuk Selat Malaka.

Juwono membantah adanya persaingan antara Amerika Serikat dan Rusia dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan Indonesia (alutsista). Pembelian alutsista ke Rusia seperti pesawat Sukhoi, kata Juwono, memang mengalami kemacetan. Namun, lanjut Juwono, pembelian ke Amerika pun mengalami kemacetan birokrasi di Pentagon dan di kongresnya. “Jadi dua-duanya sama-sama sulit,” ujarnya. Selain tawaran pesawat, Amerika Serikat juga menawarkan bantuan sekitar US$16 juta. "Sekarang ini iklim di kongres sudah membaik,” kata Juwono.

Fanny Febiana


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118115 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data