IDI: Susu Aman Dikonsumsi Bayi

Rabu, 27 Februari 2008 | 17:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Ikatan Dokter Indonesia Fahmi Idris mengimbau masyarakat tidak perlu cemas atas isu pencemaran bakteri Enterobacter sakazakii di susu formula dan makanan bayi.

"Dampaknya pada manusia sangat minim karena takarannya juga rendah," kata Fahmi di kantor IDI, Jakarta, Rabu (27/2). Fahmi mengaku sudah membaca pemberitaan media massa mengenai hasil penelitian dari Institut Pertanian Bogor yang menemukan bakteri berbahaya itu di dalam susu formula dan makanan bayi.

Menurut Fahmi,penelitian itu melakukan uji coba hanya pada mencit (tikus kecil). Sehingga belum bisa digeneralisasikan efeknya terhadap manusia.Hasil penelitian itu baru bisa digeneralisasi kepada manusia setelah melalui tujuh tahapan diantaranya biogratikal gradien. "Harus dilihat dari berapa banyak bakteri yang dimasukkan dalam tubuh sampel dan dilihat juga ukuran efeknya," ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, memang ada beberapa kasus terjadi pada bayi. Namun umumnya terjadi pada bayi lahir prematur dan dalam pengawasan intensif dari rumah sakit.

Hasil penelitian Sri Estuningsih, peneliti dari Institut Pertanian Bogor, menemukan sepanjang tahun 2003-2006, sejumlah merk susu formula dan makanan bayi terkontaminasi bakteri berbahaya ini. Diduga dalam jangka panjang bakteri ini dapat menyerang beberapa organ penting manusia.

Fahmi justru mempertanyakan mengapa hasil penelitian itu baru dipublikasikan sekarang. Lagipula belum terdapat contoh kasus tentang dampak negatif bakteri itu terhadap perkembangan bayi normal. "Saya minta masyarakat jangan panik dan terlalu cepat menyimpulkan. Semua masih dalam batas kewajaran," katanya.


ANGEL CHRISTY PATRICIA






Komentar Anda

Kirim