Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Korban Enterobacter Sakazakii Mengadu ke YLKI
Sabtu, 01 Maret 2008 | 16:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menyusul laporan peneliti IPB, Dr. Sri Estuningsih, tentang adanya bakteri Enterobacter sakazakii dalam susu formula, Yanwarinson, 36 tahun, warga Kompleks Polri Ampera Raya, Jakarta Selatan, melaporkan putri sulungnya terserang bakteri tersebut.

Pengaduan tersebut ia sampaikan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. "Kejadiannya 20 Januari 2007 silam," katanya pada acara bincang-bincang Radio Trijaya di Warung Daun Cikini, Sabtu (1/3).

Menurut Yanwarinson, hal itu ia ketahui dari laporan laboratorium yang memeriksa anaknya. "Laboratorium itu rujukan dokter," katanya. Hasil laboratorium di bilangan Warung Buncit, Mampang Prapatan, itu menyebutkan anaknya terserang Enterobacter sakazakii. "Setelah saya cek lagi surat dari lab, benar Enterobacter sakazakii," katanya

Ketika itu, kata dia, putrinya Nadine Manuela yang berusia 4 bulan mengalami diare dan mencret-mencret. "Padahal fisiknya bagus," ujar Anita, ibu dari Nadine. Sejak lahir Nadine sudah diberi susu formula. "ASI ibunya tidak banyak," kata Yanwarinson.

Anita mengatakan feses anaknya encer dan berwarna coklat hijau, kemudian hitam dengan bau yang menyengat. Yanwarinson dan Anita kemudian memeriksakan Nadine ke rumah sakit di bilangan Kebayoran Baru. "Dokter bilang hanya alergi susu dan memberi obat," katanya.

Tak puas keterangan satu dokter, Yanwarinson dan Anita juga berganti-ganti dokter untuk memeriksakan kondisi Nadine. Selain itu, mereka juga memutuskan berganti merek susu. "Kemungkinan susunya yang tidak sesuai," ujar Anita yang juga memberi air susu ibu kepada putrinya tersebut.

Kini, kata Yanwarinson, putrinya sudah berusia 16 bulan. "Pencernaannya mudah sensitif," ujar Anita. Diberi makanan apa pun, kata Anita, putrinya mudah mencret.

Mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Husna Zahir, menyatakan YLKI membuka pengaduan dari masyarakat berkait hasil riset mengenai Enterobacter sakazakii dalam susu formula. "Memang baru satu yang melapor," katanya.

Iqbal Muhtarom


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Enterobacter Sakazakii Masih Mengancam
Menteri Kesehatan Ragukan Penelitian Susu Berbakteri
500 Warga Bekasi Dapat Susu Gratis
Produksi Susu Sapi Boyolali Merosot
Gerber Menarik Sereal Organik Bayi
Harga Susu Masih Akan Terus Naik
Tingkat Ibu Menyusui Masih Rendah
Ibu Menyusui Tak Perlu Khawatir Harga Susu Naik
Kenaikan Harga Susu Gairahkan Produksi Susu Dalam Negeri
Pembelian Susu di Kediri Dibatasi
> selengkapnya...

Referensi

Mengincar Susu Formula

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118391 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jenazah Sophan Sophiaan Tiba Di Rumah Duka
Jenazah Sophan Tiba Di Bandara Soekarno Hatta
DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data