Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Yudhyono : Tahun Ini Suhu Politik Memanas
Rabu, 05 Maret 2008 | 17:10 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tahun 2008 ini suhu politik mulai memanas. "Pada 2009 akan lebih panas lagi karena pemilu," kata Yudhoyono saat meninjau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan, Rabu (5/3). Presiden.

Masyarakat diminta tidak gamang dan tidak khawatir. Sepanjang para elit bisa menahan diri. “Tahun 2008 politik mulai panas, betul?,” katanya. Masyarakat serempak menjawab, "betul." Lalu terdengar riuh tepuk tangan.

Mengenakan safari abu-abu, Presidendidampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono. Turut hadir sejumlah anggota kabinet antara lain Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyari dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa.

Acara ini diikuti ratusan warga penerima bantuan langsung tunai, tokoh masyarakat setempat, dan perwakilan lembaga donor. Presiden melanjutkan, pada 2008, “Namanya tahun politik”. Tahun 2009, katanya, mungkin lebih panas lagi karena pemilu.

Ia menilai hal ini wajar karena bagian dari demokrasi. Karena itu, Presiden meminta masyarakat tidak gamang dan khawatir, sepanjang para elit bisa menahan diri. “Politik bisa panas, tapi jangan merusak kamanan, stabilitas dan ketentraman kehidupan masyarakat kita,” katanya.

Presiden mengatakan para pejabat pemerintahan yang dipimpinnya, diperbolehkan ikut mensukseskan pemilu. Misalkan yang berasal dari partai politik tertentu. “Tapi secara proporsional,” katanya.

Para pejabat yang mengikuti pemilu, diminta lebih mengutamakan tugas pemerintahan. “Presiden, gubernur bupati walikota itu dipilih langsung oleh rakyat, maka dalam keadaan apapun rakyat diutamakan,” katanya. “Walaupun menteri tidak dipilih langsung, tetapi yang memberikan sumpah adalah presiden maka pada hakikatnya sama.” Pesan ini, kata Presiden, berlaku untuk semua pejabat pemerintahan.

Dalam peninjauan ini, Presiden menyerahkan bantuan langsung masyarakat (BLM) kepada Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan secara simbolik. Bantuan yang diserahkan senilai Rp 720,63 miliar untuk tahun 2008. Dana akan dialokasikan untuk pemberdayaan pedesaan Rp 269 miliar, pemberdayaan perkotaan Rp 426 miliar dan infrastruktur pedesaan Rp 25,50 miliar. NININ DAMAYANTI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Gelar Rapat Terbatas Bahas Harga Sembako
Presiden Buka Konferensi Konsultan Politik di Bali
Aparat TNI Polri Lakukan Persiapan Menyambut Kunjungan Presiden SBY
Yudhoyono Inspeksi Mendadak Kampung Rambutan
Presiden Akan Pidato dan Ikuti Debat Umum Di PBB
Presiden Beri Kuliah Umum di Universitas Airlangga
Presiden Disambut Unjuk Rasa di Surabaya
Presiden Ajak Kepala Daerah Tarik Investor
24 Orang Ditangkap dan Tujuh Bendera RMS Disita
Mulai Besok, Presiden akan Berkunjung ke Ambon
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118647 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data