Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kasus Kartu Kredit Palsu, Polisi Periksa Tujuh Bank
Rabu, 05 Maret 2008 | 20:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI memeriksa perwakilan dari tujuh bank terkait pemalsuan kartu kredit. Mereka diperiksa di Gedung Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur.

"Sejauh ini sudah empat bank yang kami periksa," kata Kepala Unit Narkoba dan Kejahatan Terorganisir Komisaris Besar M. Hasan Amrozi di Jakarta, Rabu (5/3).

Keempat bank itu adalah Citibank, Niaga, Standard Chartered, dan HSBC. Tiga bank lainnya yakni Bank Internasional Indonesia, ANZ, dan ABN Amro akan dimintai keterangan Kamis besok (6/3).

Hasan mengatakan pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui potensi kerugian akibat pemalsuan kartu kredit.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap jaringan pemalsu kartu kredit yang bermula dari tertangkapnya bandar narkoba pada akhir Januari lalu. Polisi menyita 7.000 kartu kredit palsu, 6.900 di antaranya telah dipakai bertransaksi di beberapa negara.

Sejauh ini polisi berhasil mengungkap dua sumber pencurian data, yakni dari hostlink Bank Mandiri dan Bank Internasional Indonesia. Pencurian dari hostlink Bank Mandiri dilakukan oleh Hendra, Apriadi, dan Iwan. Ketiganya bekerja di PT Intrec, vendor Bank Mandiri.

Sedangkan pencurian data dari hostlink BII dilakukan oleh Aries Setyo Budi, Kepala bagian Sistem Jaringan; Kardiman, karyawan bagian otorisasi; dan Deni Hamdani, karyawan bagian risk management.

Kedua kelompok ini menjual data pada Erwin dan Kawi. Erwin merupakan bagian dari jaringan Malaysia pimpinan Ciement alias Simon, yang kini buron. Sedangkan jaringan Kawi masih belum bisa diungkap lebih jauh.

Hasan menjelaskan saat ini polisi masih mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini. Dugaan polisi, jaringan ini tak hanya terdiri dari Erwin dan Kawi saja.

"Ini masih belum seberapa, masih ada jaringan lain," katanya. Desy Pakpahan-TNR


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiga Karyawan BII Diduga Terlibat Pemalsuan Kartu Kredit
Palsukan Data, Sales Kartu Kredit Bobol 46 juta
Enam WNI Ditangkap Di Australia
Dua Pemalsu Kartu Kredit Divonis Empat Tahun Penjara

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118684 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data