Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penduduk Indonesia 2015 Akan Berjumlah 270 Juta
Kamis, 06 Maret 2008 | 14:03 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarrief mengatakan penduduk Indonesia tahun 2015 akan mencapai 270 juta. Angka itu bisa ditekan menjadi 237 juta penduduk jika peserta KB naik menjadi 1 persen setiap tahunnya.

"Jadi ada selisih sekitar 40 juta," kata Sugiri dalam acara Sarasehan dan Temu Alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada di Gedung UPTK FK UGM Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (5/3) malam.

Menurut Sugiri, peserta baru yang mengikuti program KB 6,6 juta per tahun. Dari jumlah itu, tidak sampai sepertiga yang menjadi peserta aktif. Saat ini, kata dia, kambing hitam atas kegagalan keluarga berencana akibat sistem desentralisasi. "Tapi kami masih mengkaji lebih mendalam apakah kambing hitamnya desentralisasi," ujarnya.

Kendala lain kegagalan KB adalah kurangnya petugas lapangan keluarga berencana. Kalau dulu jumlahnya 30.000 di seluruh Indonesia, sekarang jumlahnya menyusut menjadi 21.000. "Mereka umumnya menjadi bidan, asisten desa, lurah, camat," katanya. "Yang tinggal ada sekarang seperti anak ayam yang kehilangan induk, siapa yang membina, bagaimana mekanismenya."

Selain menyusutnya petugas lapangan, dana internasional untuk KB di Indonesia menurun drastis. Sugiri menyebutkan pada tahun 1980-an dana internasional sebanyak 70 persen dari jumlah APBN. "Dana KB dari APBN 30 persen," kata Sugiri.

Dana internasional diprioritaskan ke negara Afrika. "Indonesia tidak dapat, sehingga kita terseok-seok dengan dana sekitar 30 persen dari APBN," kata Sugiri.

Pemerintah saat ini sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah 38 dan 41 Tahun 2007 tentang kelembagaan KB. "PP ini mengisyaratkan pada bulan Juni 2008 semua proses selesai kelembagaan harus tuntas," kata Sugiri.

Bernada Rurit

Dari Arsip Majalah TEMPO
Operasi Sidik Jari di Jakarta  | 16 Juni 2003
Main Petak Umpet di Amerika  | 17 Maret 2003
'Baby Boom' Mengintip Indonesia  | 17 Maret 2003
Mengatasi Ledakan Populasi  | 22 Juli 2002
Berita Gembira Dengan Catatan | 27 Agustus 1977
Pernyataan Hoa Kiau Di Medan | 30 Desember 1978
Transmigrasi | 09 Desember 1978
Mendadak Ramai, Karena Nikel | 25 November 1978
Belum Rampung, Dengan Harapan | 28 Oktober 1978
Kelak: Bermukim Di Atas Air | 12 Agustus 1978
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kota Samarinda Gratiskan KTP dan KK Baru
Malang Gratiskan Pembuatan KTP dan KK
Pemutihan Data Kependudukan Yogyakarta Batal
Parpol Tidak Serius Atasi Masalah Kependudukan
Bekasi Akan Gelar Operasi Kependudukan
Bekasi Razia Kependudukan Bersama Jakarta
Depok akan Tata Administrasi Kependudukan
Cina Nilai Keluarga Berencana di Indonesia Sukses
Kultur Mendukung Suksesnya Program Keluarga Berencana di Daerah
Pemerintah Ingkar Janji Pada Bayi Ke-200 Juta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118726 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data