Jusuf Kalla: Idham Chalid Politisi Santun
Jum'at, 07 Maret 2008 | 07:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden M. Jusuf Kalla menyatakan Idham Chalid adalah politisi moderat dan santun. Sikap yang membuat pendiri partai Nahdlatul Ulama ini bisa diterima di segala era kepemimpinan.
"Hanya kesantunan yang bisa menjaga kemoderatan," kata Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku Idham Chalid berjudul "Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid, Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah" semalam. Begitu kita menjadi ekstrim, kata dia, biasanya kepribadiannya juga ekstrim dan tidak bisa memahami orang lain.
"Tentu, yang moderat bisa memahami semua orang" tambah JK yang mengaku kurang mengenal dekat Chalid, sebab hanya sekali-sekali bertemu di Makassar.
Idham Chalid yang sedang terbaring sakit, adalah ulama yang pernah memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama 28 tahun. Selain mendirikan partai NU pada 1952, ulama dari Madrasah Pondok Modern Gontor ini adalah mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Ketua Partai Masyumi.
Peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Al-Azhar University, Kairo ini juga pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri di era Soekarno, Menteri Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Sosial di era Soeharto, dan mantan Ketua MPR/DPR.
Dalam acara peluncuran buku itu hadir Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi, dan sejumlah tokoh politik lainnya.
Ninin P Damayanti




Komentar Anda :