|
Gus Dur Akui Teman Baik Artalyta
Jum'at, 07 Maret 2008 | 19:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengaku teman baik Artalyta Suryani, tersangka yang memberi uang US$ 660 ribu (Rp 6 miliar) pada jaksa Urip Tri Gunawan. "Dia teman baik saya kok, kenapa?," kata Abdurrahman Wahid, Jumat(7/3), usai pembukaan Temu Wicara Mahkamah Konstitusi dengan Partai kebangkitan Bangsa di Hotel Sultan Jakarta.
Gus Dur bahkan berencana menjenguk Artalyta di penjara. "Saya baik sekali dengan dia, sekarang pun saya berniat mengunjungi dia, menunjukkan simpati moral, tapi tidak lebih dari itu," ujar dia.
Ketua Dewan Syuro PKB tersebut mengatakan partai pernah menawari Artalyta duduk dalam Pengurus Pusat PKB. Dia diminta sebagai Bendahara PKB. "Ditawari jadi bendahara tapi tidak jawab-jawab. Dia masih berat di Golkar," kata Gus Dur.
Artalyta ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Urip di rumah Sjamsul Nursalim, Ahad lalu. Komisi menduga uang tersebut ada kaitannya dengan kasus penyelidikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia(BLBI) yang dihentikan kejaksaan dua hari sebelum penangkapan Arthalyta. Urip merupakan ketua tim jaksa penyelidikan kasus BLBI Sjamsul Nursalim.
Gus Dur mengaku ada di rumah tersebut saat Urip dan Artalyta ditangkap KPK. "Kenapa, rumah tempat duit diserahkan itu ada saya," ujarnya.
Dia mengatakan PKN tidak akan memberikan bantuan hukum pada Artalyta dalam kasus suap tersebut. Dia juga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memeriksa Jaksa Agung Hendarman Supandji.
SUTARTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|