|
Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin Puyuh di Kediri
Minggu, 09 Maret 2008 | 23:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan rumah di empat desa di Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur rusak berat akibat diterjang angin puyuh, Minggu (9/3) petang. Akibatnya, selain menyebabkan 8 warga mengalami luka (dua diantaranya menderita luka parah), puluhan pepohonan, tiang listrik dan telepon roboh.
Hingga Minggu malam, warga masih membersihkan puing-puing rumah mereka yang hancur ditengah kegelapan karena listrik dipadamkan. Aparat keamanan baik dari unsur TNI maupun Polri serta Pemerintah Kabupaten Kediri dibantu para relawan bahu-membahu untuk membantu warga.
"Kami mengerahkan ratusan aparat Polres Kediri dan Polsek Kunjang untuk mengamankan seluruh desa yang terkena musibah," kata Komisaris Polisi Johartono, Wakil kepala Polres Kediri, Minggu (9/3) malam.
Berdasarkan data yang dihimpun petugas, ratusan rumah yang mengalami kerusakan masing-masing berada di Dusun Tanggungan, Desa Kunjang (83 rumah). Di Dusun Juwet, Desa Juwet, tercatat 27 rumah rusak. Di Dusun Bungkul, Desa Kapas sebanyak 32 rumah rusak dan di Dusun Wangkal, Desa Tengger Lor belum diketahui jumlah rumah yang rusak. Namun diperkirakan jumlah rumah lebih banyak dibanding desa lainnya karena wilayahnya lebih luas. Tercatat 3 rumah ibadah juga rusak disapu angin puyuh.
Korban yang menderita luka cukup parah adalah, Yuni, 30, warga Dusun Tanggungan, Kecamatan Kunjang yang menderita patah tulang dibagian tangannya dan Karmudji, 65, warga Dusun Tanggungan yang menderita luka parah di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan rumah. Kedua korban itu kini dirawat intensif di RSUD Pelem, Pare, Kediri. Sementara 6 korban lainnya hanya mendapat pertolongan di klinik setempat karena lukanya tidak cukup parah.
Seluruh saluran listrik di kawasan tersebut dipadamkan. Pemadaman listrik dilakukan untuk menghindari warga tersengat aliran strom dari kabel-kabel listrik yang di sejumlah tempat mengalami kekacauan akibat terjangan angin puyuh. Kabel-kabel terlihat menjuntai di sejumlah tempat dan rawan mengenai warga.
"Selama 24 jam kami akan melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal buruk. Kami mohon warga tabah atas musibah ini," kata Komisaris Johartono.
Berdasarkan kesaksian warga, angin puyuh terjadi justru sebelum hujan deras mengguyur. Menjelang waktu sholat maghrib, tiba-tiba mendung tebal menutupi angkasa. Tak lama kemudian terdengar suara menggemuruh yang ternyata berupa tiupan angin kencang yang dalam waktu sekejap menghancurkan 4 desa di Kecamatan Kunjang.
"Kami benar-benar tidak menyangka jika suara gemuruh itu ternyata angin puyuh yang datang begitu tiba-tiba dari arah timur. Dalam sekejap semuanya hancur berantakan," kata Heri, seorang warga.
Usai dihantam angin puyuh, hampir seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Kediri terus diguyur hujan hingga Minggu (9/3) tengah malam. Selain hujan sangat deras, petir dan kilat terus menyambar.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|