|
Wakil Presiden Minta Media Bersikap Obyektif
Selasa, 11 Maret 2008 | 21:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar media massa di Indonesia bersikap objektif dalam menyajikan berita. Dalam persaingan bisnis media yang ketat saat ini, obyektivitas berita adalah hal mutlak.
"Jangan membesar-besarkan sesuatu yang kecil, begitu juga sebaliknya." kata Kalla saat memberikan sambutan pada acara peringatan hari ulang tahun ke-37 Harian Umum Suara Karya di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (11/3).
Hadir dalam kesempatan ini antara lain mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua Umum Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie, Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Komunikasi dan Informatika M.Nuh, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, serta Gubernur DKI Fauzi Bowo.
Akbar datang sedikit terlambat. Mantan Ketua Umum HMI ini langsung duduk di lingkaran meja rombongan Jusuf Kalla. Fauzi Bowo yang duduk dekat dengan Kalla mempersilakan Akbar duduk di kursinya, namun Akbar menolak.
Kalla melanjutkan, media juga harus kritis, obyektif dan proporsional. Dan yang paling penting, ujar Kalla, media massa di Indonesia harus menarik untuk dibaca. "Prinsipnya menarik dibaca, bukan terpaksa dibaca," kata dia.
Dia mencontohkan adanya beberapa media yang memberitakan protes kenaikan minyak goreng. Namun, di sisi lain, ada yang protes juga soal penurunan harga gabah. "Ini kan membingungkan," kata dia. Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|