Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sebelas Bell-47 G Soloy di Skuadron 7 Dikandangkan
Rabu, 12 Maret 2008 | 16:28 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:Sisa sebelas pesawat helikopter Bell-47 G Soloy yang memperkuat Skuadron Udara 7 di Pangkalan Udara Suryadharma (dulu Pangkalan Udara Kalijati), Kabupaten Subang, Jawa Barat, dikandangkan sampai Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT) TNI Angkatan Udara selesai melakukan penyelidikan. ”Kami grounded dulu sampai PPKPT selesai penyelidikan,” kata Komandan Pangkalan Udara Suryadharma, Kolonel Penerbang Ras Rendrobowo S, seusai pemakaman jenazah Letnan Satu Penerbang Engky Saputra Jaya di Taman Makam Pahlawan, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (12/3).

Menurut Rendro, seluruh heli latih itu diistirahatkan menyusul jatuh dan meledaknya heli Bell-47 G Soloy bernomor registrasi H 4712 yang dikemudikan Engky di perkebunan blok Cibeureum, Kampung Cilembang, Desa Wanasari, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dua hari lalu. Lokasi jatuhnya helikopter itu 12 mil dari Pangkalan Udara Suryadharma. Engky langsung tewas. Sedangkan Prajurit Dua Rindi W, teknisi, menderita luka bakar yang parah di hampir sekujur tubuhnya.

Rendro mengatakan, semula pihaknya memiliki sebanyak 12 heli Bell-47 G Soloy dan kini berkurang satu menjadi 11 unit. Ia enggan berkomentar lebih jauh dengan alasan tak ingin mendahului PPKPT. Persoalan itu sangat kompleks. Namun ia memastikan seluruh pesawat di Skuadron 7 dalam kondisi terawat baik. ”Sebaiknya tunggu saja hasil PPKPT,” ujarnya.

Sebelum ada rekomendasi dari PPKPT, untuk sementara latihan penerbangan menggunakan helikopter Colibry. Dalam catatan TEMPO, pesawat ini merupakan heli ringan yang diproduksi bersama tiga negara sekaligus, yaitu Eurocopter (Prancis), China National Aero-Technology Import & Export Corporation (CATIC, Cina), dan Singapore Technologies Aerospace (STAe, Singapura). Helikopter EC-120B Colibry dirancang sebagai helikopter ringan bermesin tunggal (light single-turbine helicopter) berkapasitas empat penumpang.

Abdi Purmono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119113 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data