|
Komnas Anak Terima 171 Laporan Susu Bermasalah
Kamis, 13 Maret 2008 | 08:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Nasional Perlindungan Anak menyatakan hingga Rabu (12/3) malam telah menerima sebanyak 171 keluhan soal susu yang diduga mengandung bakteri. Keluhan itu diterima melalui telepon dari seluruh Indonesia.
Sekretaris Jenderal Komnas Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, keluhan tersebut akan dijadikan dasar untuk mengajukan gugatan secara perwakilan (class action) kepada pemerintah. ”Kami akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada akhir Maret,” ujarnya saat dihubungi TEMPO, Kamis (13/3).
Arist menjelaskan, Komnas akan mengirimkan formulir ke pihak yang mengeluhkan susu berbakteri mulai Senin (17/3) depan. Dalam formulir itu, pihak yang mengeluh dapat menyetujui untuk mewakilkan gugatan kepada Komnas. Arist menyatakan, berapapun formulir yang dikembalikan ke Komnas akan ditindaklanjuti. “Kami pasti mengajukan gugatan,” katanya.
Menurut Arist, telepon yang diterima Komnas dari masyarakat, ada yang mengaku anaknya mulai terserang gejala terkena bakteri eterobacter sakazakii, seperti mencret dan radang pencernaan. Para penelpon itu juga mendesak Menteri Kesehatan mengumumkan produk susu yang diduga bermasalah. “Kalaupun pemerintah tak mengumumkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan harus menarik produk yang bermasalah,” katanya.
Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa waktu lalu mengumumkan hasil penelitian terhadap susu formula yang mengandung bakteri enterobacter sakazakii. Bakteri ini diduga dapat menyebabkan kanker. Tapi, pemerintah enggan mengumumkan merek susu formula tersebut. Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, pengumuman merek justru akan membuat masyarakat takut meminum susu. Lagipula, hasil penelitian IPB itu belum tentu bisa digeneralisasi untuk manusia.
Pramono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|