Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kasus Trisakti dan Semanggi

Kejaksaan Pelajari Laporan Komnas HAM
Kamis, 13 Maret 2008 | 13:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Agung masih mempelajari kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Trisakti dan Semanggi yang terjadi tahun 1998.

"Saya sudah perintahkan pada Direktur HAM untuk mempelajari (laporan Komnas HAM)," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Kamis (13/3).

Dia menjelaskan, tidak ada target kapan kejaksaan harus mempelajari dua kasus ini.

Saat ditanya kekurangan apa yang perlu dilengkapi dalam laporan Komnasham, Kemas mengaku belum tahu. "Secara detail saya tidak tahu apa yang masih kurang," kata Kemas. "Kalau belum lengkap, bagaimana caranya dicari."

Laporan Komnas HAM atas penyelidikan kasus Trisakti dan Semanggi ini beberapa kali dikembalikan oleh kejaksaan.

Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998 ketika empat mahasiswa Trisakti tewas tertembak di dalam kampus. Mereka adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Saat itu mereka tengah menggelar unjuk rasa yang menuntut Presiden Soeharto mundur.

Adapun kasus Semanggi I terjadi pada 13 November 1998 di wilayah Semanggi, Jakarta Selatan. Ketika itu 13 orang tewas akibat peluru tajam di tengah unjuk rasa menentang Sidang Istimewa MPR. Di antara mereka adalah Bernadinus Realino Norma Irmawan/Wawan (mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya), Teddy Mardani (ITI), Sigit Prasetyo (YAI), Engkus Kusnadi (Universitas Jakarta), Heru Sudibyo (Universitas Terbuka), Muzamil Joko Purwanto (Universitas Indonesia), dan Abulah (anggota masyarakat).

Sementara itu, kasus Semanggi II terjadi pada 8 September 1999 dalam unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Mahasiswa Universitas Indonesia, Yap Yun Hap, tewas diterjang pelor.

Rini Kustiani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119182 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data