|
Fraksi Kebangkitan Bangsa Usul Pemilu Legislatif dan Presiden Digabung
Kamis, 13 Maret 2008 | 21:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Fraksi Kebangkitan Bangsa mengusulkan penggabungan pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Penggabungan itu akan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemilu.
"Pelaksanaan secara bersamaan akan bersinergi secara langsung," kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Effendy Choirie di gedung MPR/DPR, Kamis (13/3).
Effendy mengatakan penggabungan tersebut dapat menghemat anggaran pemilu. Biaya untuk kebutuhan administratif, tenaga teknis, dan tenaga pendukung lainnya dapat diperkecil dua kali lipat. Caranya dengan menyederhanakan pola kerja dan pendanaan.
Penggabungan itu, ujarnya, akan membuat rakyat tahu bahwa calon presiden yang diusung partai politik tertentu berhubungan langsung dengan profil dan orientasi partai tersebut. Sehingga, katanya, akan terjadi relasi konstruktif antara parlemen dan eksekutif sebagai akibat dari sistem pemerintahan presidensil.
Selain itu, kinerja kader partai akan maksimal dengan penggabungan pemilu. Selama ini kader tidak optimal mendukung pemilihan presiden setelah mendapat kursi di DPR dalam pemilu legislatif.
Sebaliknya, dia melanjutkan, kader tidak mendapat kepastian menjadi calon legislator bila pemilihan presiden dilakukan di awal tahapan. "Padahal kader sudah bekerja keras. Bisa bunuh diri dia karena sudah habis uang banyak," katanya.
Hingga kini, ujarnya, baru Fraksi PAN yang mendukung usul FKB tersebut. Namun, dia optimistis usul tersebut diterima fraksi lain di DPR. "Kami akan perjuangkan lewat daftar inventarisasi masalah (DIM) fraksi," ujarnya. Kurniasih Budi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|