PDIP Usulkan Pemilu Eksekutif-Legislatif Digabung
Sabtu, 15 Maret 2008 | 07:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan penggabungan pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden 2009 untuk mengurangi biaya politik penyelenggaraan pemilu.
"Selain itu, pilihan calon pemilih terhadap calon presiden memiliki paralelitas terhadap partai politik pendukung capres yang dipilih," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Sutradara Gintings di gedung MPR/DPR, Jumat (14/3).
"Pelaksanaan secara bersamaan akan bersinergi secara langsung antara pilihan rakyat atas wakilnya di parlemen dengan pilihan rakyat atas presiden dan wakil presiden di eksekutif," kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Effendy Choirie di gedung MPR/DPR, Kamis (14/3).
Pilihan lain, Gintings melanjutkan, pemilu presiden dilakukan sebelum pemilu legislatif. Fraksi PDI Perjuangan, katanya, akan mengusulkan perubahan itu dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Pemilu Presiden.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan syarat ambang batas partai politik atau gabungan partai politik yang bisa mengajukan pasangan calon presiden harus ditingkatkan. Hasil kajian PDI Perjuangan memperkirakan pemenang pemilu 2009 hanya akan mendapat 25 hingga 26 persen kursi DPR.
Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan partainya menilai ambang batas 15 persen kursi atau 20 persen suara merupakan angka yang tepat. Nantinya, banyak partai berpeluang mengajukan calon presiden dan wakil presiden.
"Angka itu ketika dirumuskan tidak datang dari langit tapi dengan pertimbangan yang matang. Tidak ringan dan tidak terlalu berat," katanya. Syarat ambang batas 15 persen kursi itu dipastikan memaksa banyak partai berkoalisi. KURNIASIH BUDI





