|
Hakim Konstitusi Rawan Kepentingan Politik
Sabtu, 15 Maret 2008 | 09:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Terpilihnya dua anggota hakim konstitusi dari kalangan politisi dinilai rawan membawa kepentingan politik ke dalam Mahkamah Konstitusi.
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada, Denny Indrayana mengatakan walau secara keilmuan para hakim terpilih, yakni Mahfud MD dan Akil Mokhtar sangat mumpuni, namun mereka tetap meragukan dalam independensi.
"Dengan predikat politisi citra independen mereka cukup meragukan," katanya saat dihubungi Tempo, Sabtu (15/3).
Ia menyarankan agar kedua hakim konstistusi terpilih sesegera mungkin mengundurkan diri dari keanggotaannya di partai masing-masing. Mahfud MD dari Partai Kebangkitan Bangsa dan Akil Mokhtar dari Partai Golkar.
Pengunduran diri, kata Denny, merupakan bentuk komitmen dari para hakim konstitusi yang harus independen dari segala macam kepentingan. "Menjelang pemilu 2009, komitmen dari para hakim yang mantan politisi ini harus diawasi," katanya. SANDY INDRA PRATAMA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|