|
MTI Beri Dukungan Kapolda Jawa Barat
Sabtu, 15 Maret 2008 | 20:48 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) menyatakan dukungannya atas langkah Kepala Kepolisian Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Susno Duadji membenahi insitusi kepolisian di wilayahnya.
“Dia menginginkan ada satu kepolisan, terutama polisi
yang bersih, kami memberikan apresiasi yang tinggi,” kata Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transparansi Indonesia Arief Surowidjojo di Bandung, Sabtu (15/3).
Dia bersama para pengurus MTI di antaranya Ketua Dewan Pengurus MTI Hamid Chalid, juga Executive Director MTI Agung Hendarto serta beberapa tokoh nasional di
antaranya mantan Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad, mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas yang menemui Susno Duadji di Wisma Basah, rumah dinasnya di Jalan Setiabudi, Bandung.
Selain menyampaikan dukungannya secara langsung, mereka menawarkan bantuan dan program-program untuk melakukan langkah reformasi di Kepolisian Jawa Barat. “Kami
mencoba menawarkan apa yang kami bisa bantu untuk kebersihan polisi,” kata Arief.
Hamid mengatakan, selama ini MTI belum belum mempunyai program untuk membantu reformasi di kepolisian. “Ini memang pertama kali,” katanya. Selama ini, paparnya, MTI telah membantu melakukan reformasi insitusi negara lainnya seperti di birokrasi, Mahkamah Agung, serta Kejaksaan.
Dalam pertemuan itu MTI menawarkan beberapa program bersama untuk mendukung reformasi birokrasi di insitusi kepolisan di Jawa Barat. Di antaranya, pembenahan sistem IT (Teknologi Informasi) untuk mendukung transparansi di bidang pelayanan publik.
MTI berencana mencari bantuan dana untuk melakukan pembenahan itu. Agung berharap, pembenahan sistem IT ini bisa menjadi pilot project di lingkungan Polda lainnya di Indonesia. “Syukur kalau bisa menjadi kebijakan nasional.”
Mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, baru pertama kali menemukan Kapolda yang berani lantang melawan pungli, sogokan, atau setoran.
“Saya kira tidak masuk akal kalau tidak mendukungnya,” katanya.
Susno mengaku senang atas dukungan tersebut. “Masih banyak orang yang mencintai kebaikan,” katanya. “Awal-awal saya merasa sendirian.”
Menurutnya, kerjasama yang paling dekat yang bisa dilakukan bersama MTI adalah meminta lembaga itu untuk menjadi konsultan dalam penanganan kasus korupsi selain
menjajaki kerjasama untuk memperbaiki sistem IT di lingkungan kepolisian agar transparan.
Susno mengakui, yang paling sulit ditangani adalah kasus korupsi. Selain banyak tekanannya, paparnya, kerap terbentur adanya persepsi yang berbeda di antara kalangan penegak hukum.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|