Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BPPT Simpulkan Lumpur Lapindo Bencana Alam
Selasa, 18 Maret 2008 | 02:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menyatakan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur merupakan fenomena alam berupa mud volcano. Kesimpulan itu merupakan hasil kajian BPPT dengan institusi terkait dalam loka karya pada 6 Oktober 2006 dan 20-21 Februari 2007.

?Rekomendasi kami menyatakan lumpur Lapindo merupakan bencana alam,? kata Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Sutan Batoeghana dari Fraksi Demokrat, Senin.

Kesimpulan itu berbeda dengan pendapat Profesor Rudi Rubiandini (mantan Ketua tim investigasi yang dibentuk Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral). Dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu, ia menyatakan secara ilmiah dan keilmuwan semburan terjadi karena kelalaian manusia.

Berdasarkan data dan analisa BPPT, Kusmayanto melanjutkan, sumber lumpur berasal dari kedalaman 1000-2000 meter di bawah permukaan. Lumpur mencapai permukaan akibat peristiwa alam yaitu aktivitas tektonik dan aspek-aspek geologi terkiat kondisi geohidrologi dan geothermal.

Lumpur tersebut, kata mantan Rektor ITB itu, terjadi di suatu wilayah yang diketahui sebagai wilayah secara tektonik aktif. Secara geologi, dia melanjutkan, disebut Jalur Kendeng yang mudah terganggu aktivitas tektonik sehingga menyebabkan sebagian batuan di bawah permukaan bertekanan lebih.

Semburan lumpur itu berhubungan erat dengan gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006. Gempar bumi di Yogyakarta terjadi 27 Mei 2006, sedangkan semburan lumpur terjadi 29 Mei 2006. Gempa itu, katanya, mempengaruhi produktivitas fluida di sumur-sumur di sekitar Banjar Panji-1 (misalnya Sumur Carat) bersamaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Selain itu, gempa bumi telah mengaktifkan Gunung Semeru 29 Mei 2006 dengan terjadinya awas panas. "Kesimpulan tersebut merupakan data dan analisa NASA," kata Kusmayanto.

Anggota Komisi VII yang membidangi masalah energi dari Fraksi PAN Alvin Lie mengatakan rekomendasi tersebut seharusnya diajukan ke pemerintah, bukan ke DPR. Pemerintah pun harus meyakinkan publik bahwa rekomendasi tersebut dapat dipertahankan secara ilmiah. ?Jika tidak, kredibilitas pemerintah akan tenggelam dalam lumpur,? katanya. KURNIASIH BUDI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Lapindo Minta Payung Hukum
Korban Lumpur Lapindo Blokade Bekas Jalan Tol
Warga di Luar Peta Minta Ganti Rugi Secepatnya
Menteri Lingkungan Jamin Lumpur Tak Cemari Kali Porong
Gerakan Tutup Lumpur Optimistis Tutup Semburan
Aburizal Yakin Masyarakat Tak Tolak Ganti Rugi dari APBN
Korban Lumpur Lapindo Bertangisan di Pendopo Sidoarjo
Rel Kereta di Porong Akan Ditinggikan
Korban Lumpur Lapindo Tolak Dana APBN
Di duga Ada yang Menyulut Api ke Semburan Gas Porong
> selengkapnya...

Referensi

Upaya Penghentian Semburan Lumpur Lapindo
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo
Repotnya Menamai Semburan Lumpur
Kerugian Akibat Lumpur Lapindo

Website

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119419 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data