|
SBY: Dana Teluk Diperkirakan US$ 1,5 Triliun
Rabu, 19 Maret 2008 | 00:42 WIB
TEMPO Interaktif, Dubai:Rejeki tambahan enam negara Teluk karena kenaikan harga minyak dunia diperkirakan mencapai US$ 1,5 triliun
"Itu menurut lembaga yang bernama International Institute of Finance," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers di Dubai, Rabu petang (19/3).
IIF memperkirakan sebagian besar dana itu, sekitar US$ 1 triliun, ditanam untuk membangun infrastruktur dalam negeri. Sekitar US$ 300 miliar diinves di Amerika Serikat dan US$ 100 miliar di Eropa. "Asia kebagian sekitar US$ 60 miliar dan saya berharap Indonesia mendapat bagian yang cukup banyak," kata Presiden.
Kunjungan Presiden ke Dubai adalah salah satu upaya menjala petro dollar itu. "Saya mendengar dari pengusaha Teluk betapa super agresifnya pak Alwi Shihab (Duta Besar Keliling untuk Kawasan Timur Tengah) mengejar mereka agar menanamkan uangnya di Indonesia."
Presiden menambahkan, "Saya senang mendengarnya dan mencoba meyakinkan mereka untuk berinvestasi atau menambah investasinya di Indonesia," kata Presiden.
Bidang yang ditawarkan adalah sektor energi, infrastruktur dan agribisnis. bhm (Dubai)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|