close

Kapolres Gorontalo Bantah Ada Korban

Kamis, 20 Maret 2008 | 15:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:


Kepala Kepolisian Resor Gorontalo Ajun Komisaris Besar Asrul Aziz membantah ada korban luka-luka atau meninggal dalam penyerangan kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah siang adi. "Tidak ada, isu itu dihembuskan untuk memanaskan suasana saja," kata Asrul melalui telepon hari ini.

Menurut dia, saat ini kondisi di Gorontalo sudah kondusif. Massa yang masih berkumpul di kantor KPUD sudah berhasil ditenangkan oleh polisi, tentara, dan aparat pemerintah daerah. "Mereka sedang makan bersama di sini," katanya.

Lebih dari 500 massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Kecewa Gorontalo merusak kantor KPUD siang tadi. Penyerangan itu merupakan buntut dari kekecewaan mereka karena KPU membatalkan pasangan calon walikota Gorontalo AW Thalib-Ahmad Yani.

Awalnya, kata Asrul, Kamis dinihari perwakilan massa itu mendatangi markas Polres Gorontalo meminta izin untuk berdemonstrasi. Wakil Kepala Polres menolak memberi izin. "Sesuai ketentuan, tidak boleh ada aksi di hari libur nasional," ujarnya.

Namun massa tetap menggelar demo. Aksi dimulai dengan berkonvoi mengelilingi kota dengan menggunakan 15 truk. Sekitar pukul 12.00 waktu setempat mereka kemudian berhenti di bundaran kota.

"Karena tidak diizinkan, polisi lantas membubarkan mereka," kata Asrul. Dari pemeriksaan, polisi menemukan senjata tajam berupa parang dan pisau di beberapa truk. Polisi lantas mengamankan senjata tersebut termasuk empat orang yang diduga pemilik senjata. "Tapi ternyata mereka bergerak lagi ke kantor KPU dan langsung anarkis," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat aksi berlangsung seorang demonstran diduga terkena tembakan. Korban dibawa ke Rumah Sakit Aloei Sabue Kota Goprontalo."kami masih mengecek apakah dia terkena tembakan atau sebab lain," kata Kepala Bagian Operesional Kepolisaian Resort Gorontalo, AKP Ajun Komisaris Besar Polisi Albertus Eko.


Desy Pakpahan

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan