Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Polisi Ditembak Mati dengan Pistol Polisi
Kamis, 20 Maret 2008 | 23:38 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Seorang diduga residivis, Junaidi, 31 tahun, menembak mati anggota Tim Buru Segrap Kepolisian Sektor Cakranegara, Mataram Kamis petang lalu. Korban Brigadir Jakop Palawan Toding terkena tiga tembakan di dada, bawah pusar dan ketiak kanan dari pestol miliknya sendiri pada 17.15 WITA.

Jakop tewas di rumah Junaidi di Selagalas. Pukul 21.30 WITA jenazah Jakob dibawa pulang ke rumah duka di asrama belakang Markas Kepolisian Sektor Cakranegara di Sweta. Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigjen Wawan Hendrawan melihat jenazahnya di ruang jenazah RSU Daerah Mataram. Namun ia belum mau memberikan keterangan resmi.

Wakil Kepala Kepolisian Resort Mataram Roni Azwawi di RSUD Mataram hanya memberikan selembar gambar Junaidi yang kini buron. Junaidi lahir di Tanjung Lombok Barat tetapi beralamat di Kampung Jati, Labuan, Lombok Timur. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi saat penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan. ?Pas penangkapan tersangka yang sudah menjadi target operasi, terjadi penembakan,?? kata Roni.

Informasi sementara, Jakob Paliawan Toding seorang alumni Sekolah Bintara Polri Angkatan XVI Tahun 1997. Saat kejadian, ia memburu sendirian Junaidi di Selagalas sekitar kurang dari satu kilometer utara dari Markas Kepolisian Sektor Cakranegara. Setelah bertemu dengan buronnya, Ia menodongkan pestol.

Mengira Junaidi tak berkutik, Jakob menghubungi rekan polisi lain melalui telepon seluler. ??Pada saat itulah, pelaku merebut pestol Jakob,?? kata sumber di RSUD Mataram.

Di RSUD Mataram, suasana penuh duka terlihat dari istrinya Nona dan dua anaknya serta kerabat Jakob Paliawan Toding, pria kelahiran Desa Akung Palempang Kabupaten Tanah Toraja Sulawesi Selatan. Jenazah dibawa ke rumah duka dalam peti jenazah yang ditutupi bendera Merah Putih.

supriyantho khafid

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Akhir Kisah Pengagum Jack The Ripper | 04 April 2005
Kesaksian Lain untuk Jack | 04 April 2005
Pesan Jepang di Pintu Selatan | 28 Maret 2005
Tersandung di Pulau Berhala | 21 Maret 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Saya Tidak Takut Ditangkap | 21 Maret 2005
Aliran Duit yang Mencurigakan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiap 8 Menit 51 Detik Terjadi Kriminalitas di Ibu Kota
Modus Kejahatan Tahun Depan Diprediksi Kian Aneh
Pemudik Dipalak “Geng Vespa”
16 Titik Rawan Curas dan Bajing Loncat di Tuban
Seorang Pemuda Dikeroyok Lima Preman
Ogah Tanggung Jawab, Alat Kelamin Dipotong
Pemotong Tangan Polisi Menyerah
Kriminalitas Jakarta Meningkat
Polisi Sulawesi Selatan Selesaikan 60 Persen Kasus Kriminal
Empat Rumah Kosoh Digasak Penjarah
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No.22 Thn.1997 Tentang Narkotika

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Kepolisian Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119575 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data