|
Harga BBM Melambung, Indonesia Dipastikan Tak akan Kolaps
Minggu, 23 Maret 2008 | 16:53 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan Indonesia tak akan kolaps atau remuk diterjang krisis akibat kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh US$ 110 per barel.
Pemerintah, kata Kalla, akan terus mengimbangi kenaikan harga minyak mentah dengan kebijakan-kebijakan yang bisa mengurangi subsidi. "Indonesia juga tidak murni negara importir,"kata Kalla saat membuka Acara Tepang Saudagar Tatar Sunda di Gedung Pertemuan Bank Indonesia di Bandung, Minggu (23/3).
"Kondisi itu berbeda dengan Thailand dan Filipina yang mulai berat menghadapi kondisi ini," ujar Wakil Presiden di hadapan sekitar 750-an saudagar asal Pasundan yang hadir dalam perhelatan ini.
Sisi lain, kata Kalla, Indonesia sebagai negara anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Produsen Minyak) juga merupakan pengekspor minyak. Hal itu jelas memberikan pengurangan tekanan terhadap anggaran negara, karena keuntungan yang diperoleh dari menjual minyak juga naik.
"Indonesia tidak akan kolaps ketika harga minyak naik sampai level US$ 100 per barel," kata dia.
Wakil Presiden juga mengkritik pihak-pihak yang menilai Indonesia masih menghadapi krisis. Parameter kenaikan pangan, kata dia, bukan menjadi ukuran karena pangan yang naik bukan kebutuhan utama seperti beras dan gula.
"Minyak goreng dan terigu itu kebutuhan nomor dua, pengaruhnya terhadap gross domestic product atau GDP sangat kecil," ujar Kalla. Indonesia saat ini sudah berada di tingkat negara berkembang menengah dengan pendapatan perkapita sudah mencapai US$ 2000. Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|