Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Tak Akan Protes Terkait Interogasi atas Adnan Buyung
Minggu, 23 Maret 2008 | 17:02 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa terkait diinterogasinya Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution dan Mantan Jaksa Agung Abdurahman Saleh oleh pihak Imigrasi Singapura.

"Karena keduanya menggunakan paspor hijau, jadi berlaku seperti warga biasa," kata Kalla sebelum meninggalkan Bandung di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Minggu (23/3).

Interogasi terhadap kedua orang itu terjadi di Bandara Changi pada Kamis (20/3) malam lalu oleh pihak Singapura.
Keduanya tertahan hingga sekitar 2,5 jam, sebelum akhirnya dilepaskan.

Kalla mengatakan tindakan Singapura itu memang patut dipertanyakan. Namun, langkah pemerintah tidak harus sampai merusak hubungan kedua negara.

"Mereka bukan menggunakan paspor diplomatik, sehingga bukan untuk urusan kenegaraan," kata Kalla. Pemerintah lebih melihat tindakan Singapura ini sebagai tindakan rutin dan biasa.

"Pemerintah Singapura sudah menjelaskan, kalau hal itu dilakukan sebagai razia rutin," kata Kalla. Pemerintah, kata dia, tidak akan banyak ikut campur dalam persoalan ini.

"Kalau semua warga negara Indonesia di berbagai negara yang terkena razia dengan menggunakan paspor biasa (harus diprotes)," katanya, "maka akan banyak sekali keberatan atau pertanyaan yang akan dilayangkan." Anton Aprianto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Istana Tak Mau Berkomentar Soal Buyung
Pemulangan Kastari Melalui Perjanjian Ekstradisi
WNI Peserta Wajib Militer di Singapura Kehilangan Kewarganegaraan
Lee: Indonesia Beruntung Punya Soeharto
Singapura Lebih Suka Pembantu Asal Burma
Lalu Lintas Udara di Batam Akan Ditangani Indonesia Tahun Depan
Lee Tak Suka Perjanjian Ekstradisi Berlaku Surut
Mantan Ambasador Singapura Mendapat Bintang Jasa
Kerjasama Pertahanan Tak Akan Diratifikasi Sebelum Area Bravo Selesai
Departemen Luar Negeri Tolak Komentari Pernyataan Singapura
> selengkapnya...

Referensi

Senjata Negosiasi Indonesia
Singapura Bukan Surga Lagi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119645 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Polda DI Yogjakarta Mulai Periksa Djoko "Blue Energy"
Pastika Sementara Unggul
Seleksi Sekolah Antipungutan
Rumah Dinas Tentara Dikosongkan
Industri Kapal Resah

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data