Polri Pastikan Jenazah di Filipina Bukan Dulmatin

Senin, 24 Maret 2008 | 12:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian RI memastikan jenazah yang ditemukan tewas akhir Januari lalu di Filipina bukan Dulmatin.

Pada 26 Februari lalu polisi mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengecek jenazah yang diklaim militer Filipina sebagai Dulmatin. “Timnya sudah kembali dan dipastikan itu bukan Dulmatin,” kata Brigadir Jenderal Anton Bahrul Alam, Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/3).

Menurut Anton, Tim Polri sudah membandingkan gen (DNA) jenazah dengan DNA keluarga Dulmatin yang masih hidup. "Sudah dilakukan pengecekan dan tidak ada keterangan bahwa itu Dulmatin," kata Anton.

Anton mengaku belum mengetahui siapa sebenarnya korban tewas yang diklaim sebagai Dulmatin itu. Sebelumnya polri pernah menyatakan jenazah itu adalah Zihar Zulfikar, warga setempat.

Militer Filipina mengklaim Dulmatin tewas dalam serangan militer akhir Januari di Tawitawi, Filipina Selatan. Ini kelima kalinya militer Filipina mengklaim pelaku bom Bali itu tewas. “Filipina memang sudah sering mengklaim Dulmatin tewas, tapi selalu keliru,” kata dia.

Pemilik nama asli Joko Pitono itu merupakan salah seorang perangkai bom Bali pada 2002 yang menewaskan 202 orang. Ia termasuk dalam daftar pencarian orang dan kepalanya dihargai US$ 10 juta oleh pemerintah Amerika. DESY PAKPAHAN| AKBAR TRI KURNIAWAN

TOPIK






Komentar Anda

Kirim