|
Kerugian Akibat Flu Burung Diperkirakan Rp 4,1 Triliun
Senin, 24 Maret 2008 | 18:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Flu Burung Bayu Khrisnamurti menyatakan kerugian akibat flu burung sejak 2004 diperkirakan mencapai Rp 4,1 triliun.
"Nilai tersebut belum termasuk hilangnya kesempatan kerja dan kerugian akibat berkurangnya konsumsi protein masyarakat," kata dia usai membuka Rapat Koordinasi Konsolidasi Intensifikasi Program Penanganan Flu Burung Jabodetabek di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/3).
Angka Rp 4 triliun, Bayu melanjutkan, hanya kerugian dalam bentuk ayam yang musnah atau dimusnahkan, berkurangnya permintaan ayam dan telur, berkurangnya konsumsi ayam dan telur di restoran, tambahan biaya yang harus dikeluarkan peternak dan pemerintah dalam penanganan flu burung, serta dampak dalam sektor lain terutama pariwisata.
Jika flu burung akhirnya memasuki tahap pra pandemi dan tahap pandemi, tambahnya, diperkirakan 68 juta orang akan sakit dan 150 ribu diantaranya akan meninggal dunia. Dalam tahap itu kerugian ekonomi akan jauh lebih besar karena kegiatan ekonomi yang terhenti karena sakit dan takut tertular sakit.
"Kerugian langsung jangka pendek akan mencapai 14-48 triliun dan kerugian jangka panjang akan jauh lebih besar," ujar Bayu.
Untuk mempercepat penanggulangan flu burung, kata dia, rapat koordinasi difokuskan di Jabodetabek. Wilayah ini dianggap sangat penting karena 70 persen dari 105 korban flu burung (10 diantaranya meninggal tahun 2008) terjadi di Jawa Barat, Jakarta dan Banten ; 54 persen kasus terjadi di Jabodetabek ; dan 63 persen kasus berulang di wilayah yang sama dalam waktu singkat terjadi di Jakarta dan Tangerang. Reh Atemalem Susanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|