Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lembaga Survei: Popularitas Yudhoyono-Kalla Menurun
Selasa, 25 Maret 2008 | 12:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga Survei Nasional (LSN) menyatakan popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menurun. Direktur Eksekutif LSN Umar S. Bakry mengatakan, pada September 2007 popularitas Yudhoyono-kalla di bidang politik sebesar 40,9 persen. ”Tapi pada Januari merosot menjadi 34,6 persen,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (25/3).

Survei LSN ini dilakukan pada Januari-Februari 2008 di 33 provinsi. Total responden sebanyak 2.718 orang dengan kesalahan sampel (sampling error) sebesar 2,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam bidang keamanan, kata Umar, popularitas Yudhoyono-Kalla juga tinggal 47,4 persen. Sebanyak 41,6 persen responden mengaku tak puas, dan 11 persen mengaku tak tahu.

Selain bidang politik dan keamanan, menurut Umar, popularitas Yudhoyono-Kalla di bidang hukum juga menurun. Hanya 35,6 persen responden mengaku puas atas kinerja di bidang hukum. Sebanyak 49,7 persen mengaku tak puas ,dan 14,7 persen mengaku tak tahu. Soal pemberantasan korupsi, 33,8 persen responden menilai kondisinya sama saja dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Dan 21,7 persen menilai semakin buruk. Sementara 31,4 persen responden menilai pemberantasan korupsi lebih baik.

Di bidang ekonomi, hanya 24,4 persen responden mengaku puas dengan kinerja Yudhoyono-Kalla. Sebanyak 68,7 persen tak puas, dan 6,9 persen tak tahu. Bahkan, hanya 14,1 persen responden menyatakan Yudhoyono-kalla lebih baik dalam mengatasi pengangguran jika dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Sebanyak 43 persen menilai sama saja, dan 35 persen menyatakan lebih buruk.

Dalam menanggulangi kemiskinan, menurut survei itu, 30,6 persen responden menilai prestasi Yudhoyono-Kalla lebih buruk dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Sebanyak 38,2 persen responden menyatakan sama saja, dan hanya 25 persen menilai lebih baik. ”Publik menilai rapor Yudhoyono-Kalla masih merah,” katanya. Kondisi ini, lanjut Umar, membuat publik tak menaruh harapan duet Yudhoyono-Kalla tampil dalam Pemilihan Presiden 2009.

Pramono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119758 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data