Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Calon Presiden 2009 Harus Umumkan Program dan Kabinet
Rabu, 26 Maret 2008 | 15:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasangan calon presiden dan wakil presiden 2009 harus menyiapkan cetak biru program kerja selama 5 tahun dan susunan kabinet. Sehingga, rakyat dapat mengontrol kinerja pemerintah sesuai program kerja bukan hanya janji kampanye. ”Calon presiden harus memiliki blue print (cetak biru) sebagai goal oriented (tujuan),” kata akademisi dari Universitas Gadjah Mada Nanang Pamuji dalam rapat dengar pendapat dengan Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu Presiden di gedung MPR/DPR, Rabu (26/3).

Calon presiden, kata dia, harus menjabarkan tujuan dalam masa pemerintahannya dan cara mencapai. Pasangan calon dapat menggunakan tim suksesnya untuk menyusun program kerja itu.

Nanang menyarankan Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Pemilu menyiapkan format program kerja untuk pasangan calon presiden. Dasar format program kerja itu adalah beragam persoalan di masyarakat yang dimasukkan dalam Undang-undang Pemilu Presiden sebagai syarat. ”DPR membuat kerangka apa saja yang harus disiapkan presiden. Sehingga, presiden yang terpilih benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Anggota Panitia Khusus RUU Pemilu Presiden Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan mayoritas rakyat pemilih belum mampu memilih berdasarkan program kerja, kecerdasan, maupun integritas serta moralitas. ”Rakyat masih berharap didatangi, disapa, dan ditinggali sesuatu,” kata dia.

Akademisi Universitas Indonesia, Maswadi Rauf, mengatakan bahwa seleksi calon presiden 2009 harus diperketat. Syarat partai politik dan gabungan partai politik yang mengajukan pasangan calon pun harus ditingkatkan. Menurut dia, syarat perolehan suara 30 hingga 40 persen ideal. Sehingga, partai politik berpotensi besar untuk berkoalisi. ”Nantinya hanya ada dua atau tiga pasangan calon dan hanya satu putaran pemilu,” ujarnya.

Dia pun tidak sepakat presiden dan wakil presiden yang mengajukan diri sebagai calon presiden mundur dari jabatannya. Alasannya, pengunduran diri itu akan menghambat jalannya pemerintahan. "Sebaiknya nonaktif saja selama kampanye," kata dia.

Kurniasih Budi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119833 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data