Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Bersedia Jelaskan Kembali Kasus BLBI
Rabu, 26 Maret 2008 | 20:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersedia menyampaikan penjelasan penyelesaian kasus Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Jawaban akan disampaikan dalam rapat paripurna DPR pada 1 April 2008. Juru bicara Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng mengatakan, Presiden Yudhyono akan memberikan jawaban sebaik-baiknya. ”Akan terus menjawab sebaik-baiknya,” ujar Andi di kantor Presiden, Rabu (26/3).

DPR pada rapat paripurna Selasa (25/3) lalu meminta Presiden menjelaskan secara konkret skenario penyelesaian BLBI dan KLBI. Rapat meminta Presiden menjawab dalam rapat Paripurna DPR pada 1 April. Jawaban itu akan disikapi Parlemen dengan menerima atau menolak penjelasan pemerintah itu. Parlemen menilai, penjelasan pemerintah soal BLBI dalam rapat paripurna pada 12 Februari lalu belum menggambarkan penyelesaian kasus tersebut.

Andi mengatakan, penjelasan pemerintah dalam rapat paripurna pada 12 Februari sudah cukup jelas. Pemerintah mencantumkan dengan rinci nama-nama pengemplang BLBI yang tidak kooperatif serta kronologisnya. Pada 1 April nanti, kata Andi, penjelasan yang akan disampaikan juga sama rincinya. Jika DPR masih belum puas, kata Andi, ”Nanti akan dijawab lagi.”

Di tempat terpisah, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Alvin Lie memperkirakan sebagian anggota parlemen akan menerima penjelasan pemerintah pada rapat paripurna 1 April. Namun, sikap itu akan disertai catatan yakni penyelesaian kasus BLBI yang harus dilakukan presiden. Menurut Alvin, pemerintah telah menjelaskan obligor yang dianggap kooperatif dan tidak kooperatif dalam penjelasan pada 12 Februari. ”Hanya saja, penyelesaian hukum kasus itu belum optimal,” ujarnya.

Sedangkan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa Ali Masykur Musa mengatakan, menunggu penjelasan kedua pemerintah. Fraksinya, kata dia, menganggap pemerintah tidak optimal menyelesaikan kasus BLBI dan KLBI. ”Sejauh ini kami tidak menerima,” ujarnya di gedung MPR/DPR.

Ninin Damayanti dan Kurniasih Budi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119866 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data