PKB Copot Muhaimin Iskandar

Kamis, 27 Maret 2008 | 08:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rapat dewan syura dan dewan tanfidz Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa mencopot Muhaimin Iskandar dari kursi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKB. Keputusan itu dihasilkan dalam sebuah mekanisme voting tertutup yang dilakukan pada Kamis (27/3) dini hari.

Menurut Mahfud MD, salah seorang peserta rapat, voting diambil dari total 29 suara peserta rapat. 20 orang meminta Muhaimin mundur dari jabatannya, tiga orang memilih digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB), dua orang tidak setuju MLB, dua suara rusak dan dua suara lainnya abstain.

"Gus Dur abstain," kata Mahfud yang baru saja mundur dari DPP PKB karena terpilih menjadi hakim konstitusi saat dihubungi Tempo, Kamis (27/3).

Mahfud kemudian menerangkan soal latar belakang diadakannya rapat dan voting yang merekomendasikan mundur terhadap Muhaimin. Dia mengatakan Ketua Dewan Syura PKB Gus Dur mendengar soal isu Muhaimin yang akan menggelar Muktamar. Hal itu, kata dia, diartikan sebagai tantangan dari Muhaimin dan bentuk dari ketidakloyalan.

Isu tersebut, kata Mahfud langsung dibantah oleh Muhaimin di depan Gus Dur dan peserta rapat lainnya. Perdebatan soal ini, kata dia, berlangsung sekitar 2,5 jam dalam rapat. Tapi akhirnya, kata lanjut dia, "Gus Dur mengatakan sudah tidak percaya kepada Muhaimin."

Terkait pergantian Ketua DPP PKB, kata Mahfud, sesuai dengan anggaran rumah tangga pada pasal 23, apabila terjadi kekosongan jabatan yang diangkat oleh muktamar maka harus dipilih kembali lewat muktamar. Untuk sementara, kata dia, memang bisa dijabat oleh pelaksana tugas, namun rentangnya hanya bisa selama tiga bulan.

Mahfud enggan berkomentar soal sipa yang akan duduk selanutnya ditampuk kepemimpina DPP PKB. Alasanya, kata dia, "saya sudah mundur, jadi tidak ikut lagi politik praktis."

Sandy Indra Pratama






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: