Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penyayang Binatang Tawarkan Jadi Vegetarian untuk Cegah Flu Burung
Kamis, 27 Maret 2008 | 14:01 WIB

TEMPO Interaktif, Nusa Dua:Unjuk rasa mewarnai pertemuan tahunan ke-6 para ahli tentang Flu Burung di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/3). Aksi itu dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat People For The Ethical Treatment 0f Animal (PETA) Asia Pacific.

Uniknya, aksi hanya dilakukan dengan membawa dua boneka ayam raksasa yang mengenakan masker. Boneka berwarna kuning itu berjalan-jalan di depan pintu masuk Bali International Convention Centre (BICC) tempat berlangsungnya acara. Mereka membawa poster bertuliskan "Hentikan Makan Daging. Hentikan Flu Burung. Jadilah Vegetarian".

Petugas keamanan melarang keduanya memasuki area dengan melewati pintu keamanan. Aksi hanya berlangsung selama sekitar 1 jam saja.

Juru bicara PETA, Ashley Fruno menyebut, solusi terbaik untuk mencegah pandemi flu burung hanyalah dengan tidak mengkonsumsi daging, khususnya ayam dan unggas. "Jadi lebih baik menjadi vegetarian," ujarnya.

Dengan cara itu, peternakan ayam dan unggas lainnya sebagai sumber penularan virus akan musnah. Mereka berharap para ahli mengingat fakta sejarah bahwa setiap wabah penyakit menular di masa lalu selalu berasal dari peternakan hewan.

PETA mengingatkan, flu burung merupakan krisis kesehatan yang paling berbahaya. Bahkan penyakit ini dapat membunuh satu diantara delapan orang di bumi dan meruntuhkan ekonomi dunia. Hal itu karena penularan virus sangat mudah terjadi. PETA menilai, flu burung hanyalah salah-satu gejala industri peternakan yang sangat kejam.

Menanggapi ajakan untuk tidak mengkonsumsi daging guna mencegah flu burung itu, Kepala Surveillan dan Epidemiology Direktur Jenderal Peternakan Drh Mastur Aeny Rachman Noor menilainya sebagai imbauan konyol. Sebab sampai saat ini, daging ayam merupakan sumber protein utama yang murah dan belum tergantikan.

"Kalau itu diikuti kasus gizi buruk akan makin meningkat," tegasnya. Rofiqi Hasan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
Bungaran Saragih: Penanganan Flu Burung Memang Terlambat  | 02 Pebruari 2004
Berkelit dengan Resep Kuno  | 02 Pebruari 2004
Yang Meranggas Akibat Wabah Unggas  | 02 Pebruari 2004
Perjalanan Panjang Sang Virus  | 02 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ribuan Ayam di Yogyakarta Mati Akibat Flu Burung
Kebun Binatang Bandung Vaksinasi Unggasnya
CDC Tunggu Kiriman Sampel H5N1 Indonesia
Indonesia Kirim Sampel Virus H5N1 ke WHO
1.000 Ekor Ayam Mati, Pagaralam Diisolasi
Pasien Suspect Flu Burung di Malang Dirawat
Pelajaran Tanggap Flu Burung di Jawa Tengah
Korban Flu Burung Bertambah Dua
Tangerang Siapkan Peraturan Penanganan Flu Burung
Tangerang Bentuk Sekteratariat Bersama Flu Burung
> selengkapnya...

Referensi

Korban Masih Berjatuhan
Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

WHO Indonesia
Info Penyakit Menular
Pusat Promosi Kesehatan
Badan Litbang Depkes
RSPI Sulianti Saroso
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119898 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rumah Dinas Tentara Dikosongkan
Industri Kapal Resah
Tiga Mantan Deputi Gubernur Akan Jadi Saksi
Mangku Pastika Menang di Singaraja
Bersaing Jadi Idola Cilik

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data