|
Yenny Wahid Berpeluang Gantikan Muhaimin
Kamis, 27 Maret 2008 | 19:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Zannuba Arifah Chafsoh berpeluang menggantikan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB. Rapat pleno DPP PKB Rabu malam (26/3) meminta Muhaimin mengundurkan diri sebagai ketua umum.
"Bisa saja ketua umum digantikan pejabat sementara tidak harus wakil ketua. Yang penting pengurus harian," kata Arifin Junaedi, salah satu ketua Dewan Syuro PKB di gedung MPR/DPR, Kamis (27/3).
Rapat pada Rabu malam (26/3), katanya, merupakan rapat gabungan Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz yang dilakukan rutin dua minggu sekali. Dia mengatakan alasan permintaan mundur itu karena Gus Dur menyatakan Muhaimin berkali-kali menyuarakan adanya muktamar luar biasa. "Cak Imin (panggilan Muhaimin) tidak loyal," ujarnya.
Dalam rapat itu, ujarnya, muncul dua pilihan untuk voting terkait jabatan Muhaimin. Pilihan itu adalah menyelenggarakan Muktamar luar biasa dan tidak menyelenggarakan Muktamar luar biasa. "Gus Dur menyerahkan putusan ke rapat," katanya.
Dalam dinamika rapat, dia melanjutkan, ada tambahan pilihan untuk pemungutan suara. Yaitu, katanya, Muhaimin mengundurkan diri dari jabatan ketua umum. Dia menolak menyebut nama pengusul pilihan ketiga itu. "Tidak perlu disebutkan. Pilihan itu sudah disepakati dalam rapat," ujarnya.
Hasil voting adalah 20 memilih Muhaimin mengundurkan diri, 5 mengingkan Muktamar luar biasa, 3 memilih tidak ada Muktamar luar biasa, dan dua suara abstain. Menurut dia, anggaran rumah tangga PKB pasal 22 menyatakan kelowongan jabatan ketua umum bisa terjadi bila yang bersangkutan meninggal dunia, diberhentikan dalam Muktamar luar biasa, dan mengundurkan diri.
Namun, dia menambahkan, rapat pleno DPP PKB dapat memberhentikan sementara ketua umum. DPP PKB pernah melakukan dua kali pemberhentian itu pada Matori Abdul Djalil dan Alwi Shihab. Selain itu, pasal 23 ART DPP PKB menyatakan rapat pleno dapat menunjuk pejabat sementara. Dia mencontohkan, pengganti Matori adalah Alwi Shihab yang saat itu tidak menjabat wakil ketua.
Ketua DPP PKB Effendy Choirie menyarankan Muhaimin menerima putusan rapat tersebut. Alasannya, melawan suara terbanyak dalam voting akan membuat PKB kacau dalam konsolidasi.
Apalagi, ujarnya, Muhaimin merupakan kader ideologis Gus Dur yang terbaik. "Cak Imin itu anak ideologis Gus Dur. Saya punya harapan Cak Imin tidak bernasib seperti Pak Matori dan Alwi Shihab yang bersikap melawan dan kontras dengan Gus Dur," katanya. Kurniasih Budi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|