Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Terapkan Sistem Baru Manajemen Transportasi Udara
Senin, 31 Maret 2008 | 21:02 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:
Pemerintah saat ini tengah mengkaji teknologi Automatic Dependent Surveillance – Broadcast (ADS-B) yang akan digunakan dalam manajemen transportasi udara. “Rencananya akan ada 30 stasiun, tapi sekarang baru lima buah,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Budhi M. Suyitno di Bandung, Senin (31/3).

Menurut Budhi, Indonesia dengan wilayah yang luas dapat menjadi barometer penerapan teknologi ini di Asia Pasifik. “Misalnya untuk pengembangan menjadi navigasi tanpa cacat (Seamless Navigation System) antara negara satu dengan negara lainnya,” ujar dia.

ADS-B ini, kata Budhi, merupakan teknologi yang sudah terbukti andal. Banyak negara di Amerika dan Eropa, kata dia, yang tahu keandalan sistem ini. “Tapi mereka terkendala dengan infrastruktur yang sudah ada seperti radar,” katanya.

Rencananya, kata dia, akan ada 30 stasiun yang sudah dianggarkan di APBN 2008. Namun, saat ini, baru lima stasiun yang sudah dibangun di Natuna, Kupang, Sorong, Merauke, dan Makassar. “Tahun ini mudah-mudahan bisa diselesaikan semua,” katanya.

Untuk menerapkan teknologi ini, Budhi menjelaskan, Indonesia belajar dari Australia tentang apa saja elemen-elemen yang dibenahi untuk menjangkau standar kualitas internasional. “Kita juga harus belajar untuk mengintegrasikan semua itu,” katanya.

Selain itu, kata Budhi, pihaknya bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mengembangkan penelitian dan pelatihan teknologi ini. Kerjasama ini disahkan dengan penandatanganan nota kerjasama oleh Budhi dan Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material, Marzan Aziz Iskandar.

Menurut Marzan Aziz Iskandar, sejak dua tahun lalu pihaknya mengembangkan Communication Navigation Surveilance Air Traffic Management (CNS ATM). Pengembangan itu antara lain pembuatan ADS-B ground receiver, penerima data di darat, VHF data link, serta menghubungkan data melalui very high frekuensi.

Dengan adanya kerja sama ini, tambah Marzan, pihaknya akan mengkaji, menerapkan, serta menguji coba teknologi-teknologi baru yang penting dalam pengembangan CNS ATM termasuk ADS-B. “Kami juga akan memberi pelatihan kepada karyawan Departemen Perhubngan agar bisa cepat belajar teknologi baru ini,” katanya. Rana Akbari Fitriawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kinerja Keuangan Maskapai Perlu Diaudit
Penumpang Pesawat Tujuan Arab Meningkat
Pesawat Superjumbo A380 Terbang Rutin ke Tokyo
IATA : Keselamatan Penerbangan Indonesia Membaik
Adam Belum Pastikan Soal Penutupan Perusahaan
Libur Panjang, Maskapai Panen
Penerbangan Terlambat, Izin Rute Bisa Dicabut
Pengembalian Tiket Adam Air Kacau
Kabut Ganggu Penerbangan di Palembang
Adam Air Berjuang Tetap Terbang
> selengkapnya...

Referensi

Lalai Membalas Surat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120149 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data