Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kerugian Akibat Penyebaran TBC Rp 8 Triliun
Rabu, 02 April 2008 | 01:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengurus Besar Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memperkirakan, kerugian akibat penyebaran penyakit tuberculosis (TBC) mencapai Rp 8 triliun, atau setengah anggaran Departemen Kesehatan.

"Penanganan penyebaran penyakit TBC harus diikuti political will dari elit politik," kata Sekretaris Jenderal PB PAPDI Profesor Hasbullah Thabrani dalam acara bertajuk, "Dukungan Semua Pihak untuk Pemberantasan TBC di Indonesia" di auditorium utama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Selasa siang. Acara itu digelar dalam rangka peringatan hari TBC se Dunia pada 20 Maret.

Hal senada disampaikan spesialis penyakit dalam dari divisi pulmonologi FK-UI, Zulkifli Amin. Menurut dia, petugas kesehatan baik dokter dan paramedis harus bertindak lebih agresif, agar pemerintah dan politisi lebih memperhatikan penyebaran penyakit ini.
"Seharusnya ada Indonesia Tuberculose Wacth, agar yang diawasi jangan cuma korupsi dan politik saja," ujarnya.

Akibat penanganan yang kurang serius ini, Zulkifli melanjutkan, Indonesia menempati posisi ke tiga negara di dunia, setelah Cina dan India yang memiliki kasus penyakit paru terbanyak. Saat ini tercatat 485 ribu kasus TBC dengan perhitungan 225 dari 100 orang penduduk Indonesia menderita penyakit paru-paru. Dari penyebaran penyakit paru ini pula, Indonesia mengalami 175 ribu kematian setiap tahun.

Menurut Zulkifli, dari 68% kasus yang bisa terdeteksi, hanya 87% yang bisa disembuhkan. Sedangkan sisanya menjadi sumber penularan penyakit. "Jumlah inilah yang seharusnya diperhatikan kepala daerah, politisi dan pejabat agar lebih serius menangani penyebaran penyakit paru-paru," ujarnya.

Rencananya, PAPDI akan menuangkan seluruh gagasan ke dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Salah satunya mengenai persamaan standar kelayakan gaji bagi seluruh petugas kesehatan di Indonesia. Agar petugas kesehatan tidak setengah hati melakukan pelayanan sosialisasi tuberculosis. "Penyakit paru memang identik dengan penyakit kemiskinan dan keterbelakangan, jadi jangan cuma AIDS saja yang serius ditangani," ujar Hasbullah.

Biaya sosialisasi penyakit paru saat ini tergolong sedikit. Pada 2007, Departemen Kesehatan menyediakan Rp 220 miliar. Lobi dokter kepada anggota Dewan maupun kepala daerah secara sporadis tak mampu mengurangi angka penyebaran penyakit tersebut.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Lingkungan I Nyoman Kandun menyatakan
pemerintah akan terus melakukan usaha maksimal dengan menggiatkan komitmen politik bagi struktur pemerintahan dalam mengatasi penyebaran penyakit TBC. Ia optimistis mampu menekan penyebaran penyakit TBC. "Hasil usaha itu sekarang bisa dilihat, Indonesia mampu menyembuhkan penyakit TBC hingga 76% dari target dunia yang hanya 70%," ujarnya.

Kandun berharap, suatu saat Indonesia tidak lagi tergantung pada penyandang dana asing seperti Global Fund. Karena itu, APBN harus memiliki Dana Aloaksi Khusus untuk pengendalian TBC. "Hanya kita harus bersabar, banyak bidang lain yang lebih membutuhkan," ujarnya. Cheta Nilawaty

Dari Arsip Majalah TEMPO
Hutan Menjerit di Enggano  | 29 Desember 1998
Sanksi yang Mengecewakan  | 27 Oktober 1998
Menciutkan Ongkos, Hutan pun Hangus  | 07 Juni 1999
Habis Emas, Limbah Tersisa  | 26 Juli 2004
Aktivis JI 'Mudik' | 17 November 2003
Ramai-Ramai Menutup Mata | 10 November 2003
Antara Abai dan Lalai di Grasberg | 03 November 2003
Ditolak karena Lokasi  | 15 September 2003
Mengeroyok Reklamasi Pantura  | 25 Agustus 2003
Agar Gong Urung Ditabuh  | 08 Maret 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

LSM Desak RUU Pengelolaan Sumber Daya Alam Segera Disahkan
Dewan Nasional Walhi: Jangan Anggap Remeh Ledakan Petrokimia
Polda Jatim Didesak Usut Perusahaan Penyebab Banjir
Walhi Kritik Pernyataan Ketua DPR Soal Freeport
Walhi Desak Presiden Ubah Rencana Tataruang
Walhi Temukan Pembalakan Liar Berkedok Rekonstruksi Aceh
Hadapi Teror, WALHI - Aceh Bentuk Tim Pengacara
Walhi Menentang Pencabutan Status Leuser
Walhi : Pemerintah Kurang Responsif Cegah Kebakaran
Walhi: Koordinasi Antar Instansi Lemah
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No.30 Thn.2003 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
UU RI No.27 Thn.2003 Tentang Panas Bumi
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120227 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Bersaing Jadi Idola Cilik
Massa Partai Bikin Macet Jalan Imam Bonjol
Megawati Tidak Hadir di KPU
Yenny Wahid Protes di Depan Jusuf Kalla
Pengurus Partai Politik Mengambil Nomor Urut di KPU

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data