Presiden Minta Rakyat Fair pada Pemilu 2009
Kamis, 03 April 2008 | 22:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta rakyat Indonesia berkompetisi secara fair dalam Pemilu 2009.
"Meskipun berkompetisi dalam ajang demokrasi, mari pelihara stabilitas dan keamanan publik agar jadi contoh negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, bisa menjalankan demokrasi (dengan) aman dan tertib," kata Presiden saat membuka Musyawarah Besar Kosgoro 1957, Kamis (3/4).
Presiden mengingatkan bahwa pada 2008 ini suhu politik akan mulai memanas, sedangkan tahun 2009 adalah tahun politik. Karena itu Indonesia harus bisa menjalankan demokrasi dengan baik, fair, rapi, tertib dan aman.
"Bangun budaya politik yang baik, bukan budaya politik yang halalkan segala cara, Presiden berpesan. “Mari matang berdemokrasi."
Pesan Presiden ini mendukung pernyataan Ketua Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro Agung Laksono. Dalam pidatonya Agung mengatakan, untuk menghadapi pemilu, semua elemen politik harus menciptakan iklim politik yang fair. "Boleh bersaing dan berkompetisi, tapi tetap kedepankan etika moral dalam berpolitik."
Agung meminta agar cara-cara “Machiavelis”, yang menghalkan segala cara, tidak masuk ke dalam kultur politik dan melunturkan semangat kebangsaan.
Ia menekankan, sebagai organisasi massa, Kosgoro tidak akan menyatakan diri sebagai partai politik. Dalam menghadapi pemilu 2009, Kosgoro akan mendukung penuh partai induknya, yakni Golongan Karya. "Kosgoro akan salurkan aspirasi politik anggotanya melalui Golkar."
Sementara itu, dalam pidato arahannya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan Golkar dan Kosgoro memiliki keterikatan. "Keduanya saling mempengaruhi dan saling terikat. Ukuran keberhasilannya pun sama,” katanya. Ninin Damayanti | Kurniasih Budi





