Pengganti Muhaimin Ditunjuk Akhir Bulan
Sabtu, 05 April 2008 | 23:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rapat gabungan Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa memutuskan baru akan menunjuk pejabat pengganti Muhaimin Iskandar yang dipecat pada 29 April mendatang.
Rapat gabungan di kantor DPP, Kalibata, Jakarta itu menyerahkan mandat kepada Ketua Dewan Syuro Abdurrahman Wahid untuk mencari pejabat pengganti Muhaimin.
Sedang untuk kegiatan sehari-hari ditunjuk wakil Muhaimin, Ali Masykur Musa, sebagai pelaksana teknis sampai pejabat pengganti ditunjuk.
Gus Dur, panggilan akrab Wahid, mengatakan penunjukan nama dilakukan April agar situasi agak dingin. "Kami sebut cooling down period," katanya.
Muhaimin sendiri, sebagai Ketua Tanfidz yang sedang dalam proses dilengserkan, malah ikut pertemuan lain dengan para pengurus DPP di Hotel Millenium, Jakarta.
Ajudan Muhaimin, Jazil, mengatakan pertemuan di Millenium itu tidak lama berlangsung. "Hanya sebentar saja kok, mulai jam 9 (malam)," kata Jazil, Sabtu (5/4) malam.
Gus Dur mengomentari absennya Muhaimin dengan enteng. "Dia sudah tahu rapatnya, mungkin daripada dipermalukan mending dia tak datang," katanya.
Dalam pertemuan itu sendiri, menurut Ali Masykur, sama sekali tidak dibicarakan posisi Muhaimin di Dewan Perwakilan Rakyat.
Sebelum rapat gabungan, sekitar 100 orang pendukung Muhaimin berunjuk rasa di depan kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB sekitar pukul 20.00 WIB. "Kita ingin Gus Dur - Muhaimin tetap dingin," kata koordinator aksi, Andi Sutomo.
Andi mengatakan permintaan Gus Dur agar Muhaimin mengundurkan diri tak sesuai dengan hasil Muktamar Semarang 2005. "Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz tidak bisa saling menjatuhkan karena berada pada level yang sama," kata Andi,
Pendukung Muhaimin, yang semuanya pria, membawa puluhan karton yang bertuliskan "Pertahankan Muktamar", "Hidup Muhaimin", "Selamat PKB dan Politik NU", dan lain-lain.
Dalam unjuk rasa sekitar 30 menit itu, demonstran sempat mengancam memasuki dengan memanjat pagar kantor yang terkunci. Mereka dihalangi petugas keamanan. Setelah setengah jam berunjuk rasa, mereka membubarkan diri.
(Reh Atemalem Susanti)





