|
Kubu Muhaimin Minta Daerah Menolak Ali Masykur Musa
Senin, 07 April 2008 | 19:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding meminta semua perwakilan partai di daerah untuk menolak kepemimpinan Ali Masykur Musa. "Pimpinan Ali Masykur inkonstitusional," kata Karding saat dihubungi Tempo, Senin (07/04).
Sebelumnya, dalam rapat gabungan Dewan Tanfidz dan Dewan Syura PKB dari kubu Abdurrahman Wahid, Sabtu pekan lalu, Ali ditetapkan sebagai pejabat pelaksana teknis menggantikan Ketua Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar yang dinilai telah mengundurkan diri. Namun, kubu Muhaimin menolak keputusan itu.
Dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai, Karding melanjutkan, tidak diatur mengenai adanya pejabat pelaksana teknis. Pemecatan Muhaimin dari jabatan Ketua Dewan Tanfidz dalam rapat pleno PKB juga dinilai melanggar ketentuan partai. "Forum rapat gabungan tidak punya kapasitas memecat Muhaimin," katanya.
Ia menyebutkan, Muhaimin dipilih melalui muktamar, forum tertinggi dalam aturan partai. Di bawah muktamar adalah musyawarah pimpinan, pleno, setelah itu baru rapat gabungan. Walhasil,. Muhaimin yang terpilih dalam muktamar tidak bisa diberhentikan oleh forum yang kewenangannya jauh di bawah muktamar. "Forum rapat gabungan juga tidak punya hak mengangkat Ali Masykur sebagai pejabat pelaksana teknis," kata Karding.
Saat ini, ia melanjutkan, pihak Muhaimin sedang menyusun langkah untuk menindaklanjuti hasil Musyawarah Pimpinan PKB yang berlangsung 5-6 April lalu. Musyawarah tersebut merekomendasikan agar Muhaimin segera melakukan resuffle kepengurusan partai. Rekomendasi juga mendukung langkah hukum jika diperlukan. "Langkah hukum sebagai salah satu alternatif saja," kata Karding.
Pejabat pelaksana teknis Ali Masykur Musa enggan mengomentari hasil musyawarah pimpinan. "Soal pemecatan, saya no comment," katanya. Adapun mengenai tudingan dirinya tidak berhak menjadi pejabat pelaksana teknis karena dinilai inkonstitusional, ia menjawab, "Saya hanya menjalankan tugas." Ia pun menghimbau agar semua pihak yang terlibat dalam polemik internal partai cooling down. "Kalau masih ada masalah, diselesaikan dengan kepala dingin," katanya.
Dwi Riyanto Agustiar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|