close

Presiden Menilai Sistem Pemilu Tak Efektif

Selasa, 08 April 2008 | 12:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai sistem pemilihan umum yang berlaku sekarang tidak efektif. Rentang waktu yang cukup panjang antara pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden, kata Yudhoyono, akan melelahkan semua pihak.

"Saya merasakannya sendiri saat Pemilu 2004," kata dia dalam pembekalan kepada Peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah Bupati, Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota di kantor Lemhanas, Selasa (8/4).

Rencananya, pada Pemilihan Umum 2009, pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden tetap dipisahkan sebagaimana pada Pemilihan Umum 2004. Menurut Yudhoyono, sistem ini akan memakan biaya tidak sedikit. Selain itu, selama 3 bulan, dari April hingga Juli 2009, rakyat akan terbelah-belah. "Rakyat jadi hijau, merah, kuning, biru," ujarnya.

Yudhoyono setuju dengan usulan seorang peserta pembekalan bahwa sistem pemilu semestinya disederhanakan. "Harus dibicarakan dengan DPR," kata dia. "Tak bisa pemerintah sendiri yang mengubahnya."
ANTON SEPTIAN

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan