|
Museum Asia Pasifik Menuai Protes
Selasa, 08 April 2008 | 14:08 WIB
TEMPO Interaktif, Pontianak:Pembangunan Museum Asia Pasifik milik Philipus Eigger, seorang warga negara Perancis, di Nusa Dua, Bali, menuai protes Himpunan Museum Bali (Himusba). Pembangunan museum di lokasi bangunan pariwisata itu dikhawatirkan meningkat menjadi kegiatan komersialisasi.
“Karena itu, tempat lokasi wisata tidak ada nilai edukasi yang bisa diperoleh, khawatir yang terjadi malah dikomersialisasi,” ujar Ketua Umum Himusba, Nyoman Gunarsa, kepada TEMPO dalam acara diskusi dan komunikasi museum Indonesia di Hotel Kinni, Pontianak, Selasa siang (8/4).
Menurut Nyoman Gunarsa, keberadaan museum asia pasifik itu juga bisa membenamkan peran museum lokal yang belum memiliki manajemen pengelolaan yang baik.
“Kok museum yang ada di lokasi Indonesia memajang peninggalan budaya sejarah bangsa lain?” ujar Nyoman Gunarsa. Museum itu mengoleksi milik Negara Asia Pasifik. Menurut Nyoman, semakin besar kesempatan dilakukan komersialisasi barang cagar budaya.
Museum Asia Pasifik ini sudah beroperasi sekitar dua tahun. Museum yang berada di komplek Nusa Dua, Denpasar Selatan, Provinsi Bali itu berdiri di atas lahan 2000 meter persegi. Saat ini, Himusba dan masyarakat masih berjuang agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pembangunan Museum Asia Pasifik itu.
Menanggapai persoalan museum di Nusa Dua Bali itu, Direktur Museum, Departemen Budaya dan Pariwisata (Depbudpar), Intan Mardiana mengatakan, akan meninjau lokasi museum Asia Pasifik. Alasan Intan, agar pemerintah pusat bisa melihat bagaimana kelayakan pembangunan museum itu. CHETA NILAWATY
INDEKS BERITA LAINNYA :
|