Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Departemen Keuangan Diancam Bom
Selasa, 08 April 2008 | 14:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kompleks perkantoran Departemen Keuangan di Jalan Wahidin, Jakarta Pusat, diteror bom. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang tidak berada di lokasi karena memimpin rapat di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan di jalan Purnawarman, Jakarta.

Kepala Polsek Sawah Besar Ajun Komisaris Polisi Umar S Fana mengatakan sekitar dua jam tim Gegana Brigade Mobil Polda Metro Jaya menyisir lima gedung di kantor itu tetapi tidak menemukan benda-benda mencurigakan. “Hasilnya masih nihil,” kata Umar usai mengikuti penyisiran Gedung E Departemen Keuangan, Selasa (8/4).

Menurut Umar, ancaman bom itu datang melalui pesan singkat ke nomor hotline Polda Metro Jaya 1717. Pesan itu singkat saja, "Di Depkeu akan meledak" tapi cukup untuk membuat panik sebagian karyawan Departemen Keuangan. Ancaman itu diterima Polda kemudian diteruskan ke Polsek Sawah Besar dan disusul tim gegana.

Tiba sekitar pukul 11.00 WIB tim Gegana pelataran Gedung E (gedung yang digunakan Sri Mulyani sebagai kantor) dan langsung ke lantai ketiga (ruang kerja Sri Mulyani kemudian melanjutkan penyisiran dari lantai 1-20.

Setelah memastikan tidak ditemukan benda-benda mencurigakan menyerupai bom di seluruh lantai, polisi melanjutkan penyisiran ke gedung A, B, C, dan E tapi tidak menemukan yang dicari. Setelah menyisir, tim gegana Polda Metro Jaya menyatakan Gedung Departemen Keuangan aman. “Polisi, akan melacak orang tak bertanggungjawab yang mengirim teror itu,” kata Umar.

Petugas Keamanan (satpam) gedung sempat terkaget-kaget melihat tim gegana dengan peralatan lengkap langsung merangsek. “Tidak tahu, ujug-ujug datang gegana,” kata Partono salah seroang satpam di Depkeu Gedung E.

Menurut Kepala Bagian Hubungan masyarakat Departemen Keuangan Eddy M Efendi, selain kompleks kantor di Jalan Wahidin, Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai di Rawamangun, Jakarta Timur juga mendapat ancaman serupa di saat hampir bersamaan. Tim gegana yang meluncur di sana juga tak menemukan bom. AGUS SUPRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ancaman Bom Warnai Malam Natal
Gedung XL Diancam Bom
Grha ProXL Yogyakata Diancam Bom
75 Persen Terumbu Karang di Jember Rusak Karena Bom Ikan
Universitas Sahid Diancam Bom
Bisnis Bom Ikan Di Pasuruan Berskala Besar
Dikira Bom, Ternyata Kado Sweet 17 dan Puisi
Pengguna Bom Ikan Dirazia
Mal Artha Gading Diancam Bom
Pabrik Kanvas Rem Diancam Bom
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120740 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data