Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Data Kependudukan Diakui Tak Sempurna
Kamis, 10 April 2008 | 20:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Dalam Negeri mengakui data kependudukan yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak sempurna. Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan, Rasyid Saleh, mengatakan, pendataan yang melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tidak sampai 100 persen. “Masih ada penduduk yang belum terdaftar,” kata Rasyid di kantornya, Jakarta, Kamis (10/4).

Rasyid memperkirakan, data kependudukan mencakup tak sampai 85 persen. Ada kabupaten/kota mengakui pendataan belum menjangkau penduduk yang tinggal di pegunungan. Jumlah dan penyebaran penduduk yang tinggi cukup menyulitkan proses pendataan. Selain itu, sifat penduduk sangat dinamis. Setiap hari terjadi pengurangan dan pertambahan penduduk. Belum lagi, ada penduduk yang menikah atau pensiun dan mengakibatkan data berubah.

Tapi, Rasyid membantah ada desa yang ditinggali hanya oleh 63 orang. Sebelumnya, Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary, mempertanyakan data kependudukan dari Departemen Dalam Negeri karena ada beberapa kejanggalan. Salah satunya, satu desa hanya dihuni oleh 63 orang. “Kalau ada ketidakcocokan, saya pribadi ingin ke lokasi itu kalau memang bisa ditunjukkan di mana lokasinya,” katanya.

Data yang diproses, lanjut Rasyid, bersumber langsung dari kabupaten/kota, bukan data dari provinsi atau pemerintah pusat. Pengecekan pun dilakukan ke tiap penduduk. Jika pengelola data di pusat melihat ada kejanggalan, misalnya ada data ganda, data itu akan dikembalikan ke daerah untuk diperbarui.

Rasyid mengkritik rencana KPU melakukan uji sampel di sepuluh provinsi. Menurut dia, pemutakhiran data kependudukan yang dilakukan KPU tak bisa hanya menggunakan sampel. “Harus dicek satu per satu ke tiap penduduk,” katanya.

Ia meminta KPU tetap berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Departemen Dalam Negeri pun akan terus mendampingi proses pemutakhiran data kependudukan hingga KPU selesai menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT). Departemen Dalam Negeri, kata Rasyid, juga tak akan berhenti melakukan pendataan. Pemilu 2009, kata dia, hanya menjadi sasaran jangka pendek. Selanjutnya, pemerintah akan membangun basis data kependudukan.

Pramono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120972 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data