Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nama Ketua KPU Dicatut
Kamis, 10 April 2008 | 23:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Abdul Hafiz Anshary, mengaku namanya dicatut sejumlah pihak untuk mencari uang. Modusnya, pelaku meminta uang dari partai politik untuk proses verifikasi yang akan dimulai KPU.

"Saya menerima dua laporan dari partai politik, " katanya di kantornya, Jakarta, Kamis (10/4). Partai yang melaporkan antara lain adalah Partai Indonesia Tanah Air Kita dan Partai Gerakan Rakyat Indonesia.

Hafiz menceritakan, Ketua Umum Partai Indonesia Tanah Air Kita, Dimyati Hartono, sempat menemuinya. Saat itu, Dimyati mengaku menerima telpon dari Hafiz dan penelepon meminta uang sebesar Rp 75 juta. Ia menanyakan tindak lanjut dari telepon tersebut. “Saya bilang tak pernah menghubungi beliau,” katanya.

Hafiz mengaku juga menerima telepon dari Markas Besar Kepolisian yang mempertanyakan kasus ini. Menurutnya, kepolisian menyatakan ada laporan dari Partai Indonesia Tanah Air Kita yang telah telanjur menyetor Rp 30 juta ke rekening yang disebutkan penelepon.

Sekretaris Jenderal Partai Indonesia Tanah Air Kita, Frands Peginusa, tak mengangkat telepon saat dihubungi Tempo untuk meminta konfirmasinya.

Partai Gerakan Rakyat Indonesia juga mengaku menerima telepon dari Hafiz. Si penelepon meminta uang Rp 30 juta untuk proses verifikasi. “Saya kasihan kalau sampai partai telah menyetorkan uang,” katanya.

Hafiz menegaskan proses verifikasi partai politik di KPU tak dipungut biaya. Semua biaya verifikasi ditanggung penuh oleh negara. Ketentuan ini berlaku untuk semua anggota dan staf KPU. “Kalau ada oknum yang mengaku anggota atau staf KPU dan meminta uang, artinya dia penipu,” ujarnya.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Ibrahim Fahmi Badoh, mengatakan proses verifikasi partai politik memang rawan tindakan kriminal, termasuk korupsi. Partai politik, kata dia, tak segan-segan mengeluarkan uang untuk lolos verifikasi. “Perlu pengawasan ketat dalam proses verifikasi ini,” ujarnya.

Fahmi meminta Badan Pengawas Pemilu segera melakukan fungsi pengawasan. Badan Pengawas, kata dia, tak bisa menggunakan alasan belum membentuk petugas pengawasan hingga tingkat daerah. “Badan Pengawas bisa bekerja sama dengan lembaga lain yang ikut memantau tahapan Pemilu 2009,” ujarnya.

Di sisi lain, Fahmi mempermasalahkan sikap partai yang mau atau telah memberi uang. Apapun alasannya, kata dia, tindakan partai tak bisa dibenarkan. "Tindakan ini bisa dianggap sebagai gratifikasi atau upaya menyuap, " ujarnya. Pramono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pelantikan Syamsul Bahri Tunggu Keputusan Hukum Final
Sekretaris Jenderal KPU Akan Segera Dilantik
Pemerintah dan DPR Tetap Tunggu Proses Hukum Syamsul Bahri
Presiden dan DPR Gelar Prakonsultasi Soal Syamsul Bahri
DPR Minta Presiden Segera Lantik Enam Calon Anggota KPU
Presiden Tidak Akan Coret Syamsul Bahri
Presiden Bisa Coret Syamsul Bahri Dari Daftar Calon Anggota KPU
Diundang Rapat Tak Datang, DPR Desak Reformasi Kesekretariatan KPU
21 Calon Anggota KPU Diumumkan
Akademisi Dominasi Calon Anggota KPU

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120981 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data