|
Akibat Pemanasan Global Demam Berdarah Meningkat
Minggu, 13 April 2008 | 13:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Akibat pemanasan global, siklus inkubasi ekstrinsik virus penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di tubuh nyamuk Aedes aegyti menjadi lebih pendek. Akibatnya, kasus demam berdarah lebih mudah meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Masa inkubasi virus demam berdarah ada dua, di tubuh nyamuk dan manusia, akibat pemanasan global dan perubahan iklim siklus tersebut menjadi lebih pendek," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2 PL) Departemen Kesehatan, I Nyoman Kandun, Ahad siang (13/4).
Ia menerangkan, akibat pemanasan global suhu di udara naik sekitar 0,5-1 derajat celsius. Perubahan suhu itu sangat berpengaruh terhadap siklus hidup virus (bionomik) demam berdarah. Akibatnya siklus inkubasi virus itu menjadi lebih pendek.
Menurut Kandun, secara kumulatif ada sekitar 30 ribu kasus DBD di Indonesia selama Januari sampai April 2008. Dari 30 ribu kasus itu, kasus kematian yang terjadi antara 1 hingga 1,3 persen selama setahun. Ia mengakui, pemerintah kesulitan menekan angka kasus DBD, meskipun dapat menghambat laju tingkat kematian.
Angka kematian akibat DBD pada tahun 1968 mencapai 40 persen. Namun seiring waktu, pada tahun 2008 ini pemerintah berhasil menekan angka kematian antara 1 sampai 1,3 persen per tahun. Kandun menegaskan, upaya pemerintah ini harus didukung tindakan masyarakat dengan kesadaran hidup bersih.
"Harusnya ini tindakan proaktif masyarakat bukan hanya pemerintah," ujarnya. Cheta Nilawaty
INDEKS BERITA LAINNYA :
|